Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

COVID-19

Virus Corona Menyebar Cepat Di Penjara Kolombia, Pejabat Kalang Kabut

KAMIS, 07 MEI 2020 | 23:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wabah virus corona atau Covid-19 yang telah menyebar di dalam penjara di Kolombia membuat was-was banyak pihak.

Data resmi terbaru menunjukkan, virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 30 persen narapidana di penjara di Villavicencio yang terletak di Kolombia bagian tengah.

Hal itu memicu ketakutan di kalangan pejabat setempat, para narapidana serta warga sekitar. Mereka khawatir virus tersebut dapat dengan cepat menyebar lebih jauh di dalam tahanan.


Laporan terbaru menunjukkan, sebanyak 599 narapidana di penjara yang terletak di provinsi Meta itu positif terinfeksi virus corona. Penjara itu sendiri diketahui yang menampung 1.756 narapidana.

Selain itu, 56 penjaga dan staf administrasi penjara juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kondisi penjara itu sendiri memang kelebihan kapasitas, bahkan hingga dua kali lipat dari daya tampung seharusnya.

Hal ini menciptakan lingkungan yang empuk bagi virus corona untuk dapat dengan mudah menyebar.

Kondisi tersebut membuat pejabat setempat kalang kabut.

"Penjara di Villavicencio membuat kami khawatir, penjara itu sangat padat penduduknya," kata gubernur Meta Juan Guillermo Zuluaga kepada Reuters (Kamis, 7/5).

"Saat ini kami tidak memiliki siapa pun di rumah sakit, semua orang di dalam penjara tidak menunjukkan gejala," sambungnya.

Jumlah tahanan yang terinfeksi di Villavicencio adalah yang tertinggi dari 132 penjara di Kolombia, melampaui jumlah kasus di banyak kota menengah di negara Andes.

Sejauh ini, Kolombia telah melaporkan hampir 9.000 COVID-19 kasus dan 397 kematian secara keseluruhan.

Para narapidana yang positif terinfeksi virus corona kini diisolasi.

Walikota Villavicencio Juan Felipe Harman khawatir wabah ini dapat meluas ke kota karena penjara dikelilingi oleh lingkungan tempat tinggal.

"Fakta bahwa penjara adalah masalah kesehatan masyarakat," kata Harman.

"Kita harus terus mengendalikan faktor risiko itu dengan menjamin kondisi isolasi di dalam penjara sama dengan kota," sambungnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya