Wabah virus corona atau Covid-19 yang telah menyebar di dalam penjara di Kolombia membuat was-was banyak pihak.
Data resmi terbaru menunjukkan, virus tersebut telah menginfeksi lebih dari 30 persen narapidana di penjara di Villavicencio yang terletak di Kolombia bagian tengah.
Hal itu memicu ketakutan di kalangan pejabat setempat, para narapidana serta warga sekitar. Mereka khawatir virus tersebut dapat dengan cepat menyebar lebih jauh di dalam tahanan.
Laporan terbaru menunjukkan, sebanyak 599 narapidana di penjara yang terletak di provinsi Meta itu positif terinfeksi virus corona. Penjara itu sendiri diketahui yang menampung 1.756 narapidana.
Selain itu, 56 penjaga dan staf administrasi penjara juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Kondisi penjara itu sendiri memang kelebihan kapasitas, bahkan hingga dua kali lipat dari daya tampung seharusnya.
Hal ini menciptakan lingkungan yang empuk bagi virus corona untuk dapat dengan mudah menyebar.
Kondisi tersebut membuat pejabat setempat kalang kabut.
"Penjara di Villavicencio membuat kami khawatir, penjara itu sangat padat penduduknya," kata gubernur Meta Juan Guillermo Zuluaga kepada
Reuters (Kamis, 7/5).
"Saat ini kami tidak memiliki siapa pun di rumah sakit, semua orang di dalam penjara tidak menunjukkan gejala," sambungnya.
Jumlah tahanan yang terinfeksi di Villavicencio adalah yang tertinggi dari 132 penjara di Kolombia, melampaui jumlah kasus di banyak kota menengah di negara Andes.
Sejauh ini, Kolombia telah melaporkan hampir 9.000 COVID-19 kasus dan 397 kematian secara keseluruhan.
Para narapidana yang positif terinfeksi virus corona kini diisolasi.
Walikota Villavicencio Juan Felipe Harman khawatir wabah ini dapat meluas ke kota karena penjara dikelilingi oleh lingkungan tempat tinggal.
"Fakta bahwa penjara adalah masalah kesehatan masyarakat," kata Harman.
"Kita harus terus mengendalikan faktor risiko itu dengan menjamin kondisi isolasi di dalam penjara sama dengan kota," sambungnya.