Berita

Taufiqurrahman kritisi wacana relaksasi PSBB/Net

Politik

PSBB Mau Dilonggarkan, Demokrat Jakarta: Ada Agenda Apa?

SELASA, 05 MEI 2020 | 15:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, yang menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan aturan atau relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terus mendapat sorotan.

Pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) DPP Partai Demokrat, Taufiqurrahman, menilai pernyataan tersebut tidak bertanggungjawab, mengingat Indonesia belum mencapai puncak pandemik Covid-19. Terlebih hal itu terlontar dari seorang pejabat tinggi setingkat Menteri.

"Seharusnya semua pejabat menteri fokus dan serius mengajak publik untuk menerapkan aturan PSBB secara serius dan tegas, supaya transmisi Covid-19 bisa segera dicegah atau bahkan dihentikan," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (5/5).


"Kalau perlu public transportation dihentikan untuk sementara seperti yang diminta oleh Walikota Bogor. Bukannya malah berbicara tentang pelonggaran aturan PSBB," sambungnya.

Sebagai perbandingan, mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD 2017-2019 itu mengungkapkan, negara Jepang yang lebih dahulu mengalami pandemik Covid-19 dan menerapkan kebijakan yang ketat malah sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa darurat sebulan ke depan.

"Lah kita yang baru belakangan mengalami pandemik Covid-19, kok malah ingin buru-buru segera melonggarkan aturan PSBB? Publik jadi curiga, ada agenda apa yang tersembunyi di balik pernyataan Menkopolhukam," tegas Taufiqurrahman

Bahkan dia menyebut pernyataan Menkopolhukam itu seolah membenarkan ungkapan satire bahwa 'aturan dibuat untuk dilanggar'.

"Itu tipikal administrasi saat ini yang cenderung plin plan dan tidak konsisten. Berkali-kali pejabat selalu berubah sikap dan statement-nya. Istilahnya, pagi kedelai, sore tempe. Dan cilakanya ini terjadi di saat krisis seperti sekarang ini," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya