Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Pemimpin Yang Buruk

SENIN, 04 MEI 2020 | 10:10 WIB

DALAM Islam kepemimpinan itu penting. Ibadah shalat berjamaah harus ada pemimpin yang disebut Imam. Komandonya harus diikuti oleh pengikut (ma'mum) sepanjang sesuai aturan yang dalam hal ini adalah syari'at.

Mendahului gerak imam kelak celaka di akhirat. Berubah bentuk menjadi keledai "shurotahu shurota himaar" (HR Bukhori-Muslim). Suatu larangan berat. Pemimpin itu harus ditaati.

Jika imam salah, maka ma'mum harus menegur dengan santun "subhanallah" hanya Allah yang suci, engkau imam ada salah.


Bila imam bandel, sudah batal tak mau "mundur" maka imam harus diganti. Demi keselamatan semua jama'ah. Yang di belakang imam harus berani maju menggantikan posisi imam. Bahasa politiknya "coup d'etat".

Bila bepergian bertiga, salah seorang harus diangkat menjadi "imam safar" begitu hadits riwayat Abu Dawud mengingatkan. Bepergian saja harus ada pemimpin apalagi dalam kehidupan keseharian dan pergaulan sosial.

Islam sangat peduli pada aspek kepemimpinan ini. Pemimpin harus amanah dalam menjaga kebaikan dan kemashlahatan umat. Hal ini menyangkut pertanggungjawaban kehidupan di dunia maupun akhirat.

Ada pemimpin yang dikualifikasikan buruk menurut agama. Mereka antara lain yang disebut penipu. Gemar menipu yang dipimpinnnya, menipu rakyatnya. Sabda Nabi:

"Ayyuma roo'in ghosysya ro'iyatahu fahuwa fin naar" (siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka) HR. Ahmad.

Kepentingan diri dan kelompok sering membuat pemimpin sengaja atau terpaksa untuk menipu rakyatnya.

Begitu juga pemimpin buruk adalah yang biasa berdusta pada orang yang dipimpinnya. Sementara orang-orang di sekelilingnya mendukung atau melindungi keburukan dan dustanya. Maka jika muslim, mereka tidak diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

"Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka dan menyatakan kebohongan mereka dan mendukung kezaliman mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya. Mereka tidak bisa mendatangi telagaku" (HR Ahmad dan An Nasa'i).

Memang Rosulullah SAW sangat khawatir pada orientasi kekuasaan para pemimpin yang melupakan agama. Mereka dinilai sebagai pemimpin yang bodoh atau dungu. Diantara enam kekhawatiran Nabi yang pertama dan utama adalah kedunguan pemimpin dan pemerintahan.

"Akhofu alaikum sittan, imarotas sufaha..." (aku khawatir atasmu enam perkara, yaitu kepemimpinan/pemerintahan kaum dungu..) HR. Ahmad danThabrani.

Pemimpin yang gemar menipu atau berbohong atau pula bodoh dan dungu mereka adalah pemimpin yang buruk. Karena tak pernah berorientasi atau peduli pada nasib yang dipimpin atau rakyatnya. Zalim dan tak adil.

Terhadap keadaan seperti ini pengikut atau rakyat tak boleh berdiam diri tetapi harus berbuat dengan diawali mengingatkan atau menegurnya.

"Afdholul jihadi kalimatu adlin 'inda sulthoonin jaa-irin aw amiirin jaa-iriin" (sebaik baiknya jihad adalah seruan keadilan pada penguasa yang zalim atau pemerintahan yang zalim) HR Abu Dawud,Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Ahmad.

Sebagaimana dalam shalat berjama'ah apabila imam salah, maka ma'mum mesti menegurnya. Pemimpin yang salah, zalim, penipu, pendusta harus pula ditegur dengan kalimah kebenaran dan keadilan. Jika sudah ditegur pemimpin itu masih saja "ndableg", bandel atau ngotot, maka imam harus diganti.

Ma'mum harus ada yang maju untuk menggantikan. Bila perlu dengan paksa. Sebagai upaya penyelamatan jama'ah sekaligus wujud dari tanggung jawab kepada Allah.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan keagamaan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya