Berita

Lahargo Kambaren ingatkan para orangtua untuk menjaga kesehatan jiwa anak-anaknya/RMOL

Kesehatan

Dukungan Orangtua Jadi Kunci Jaga Kesehatan Jiwa Anak-Anak Akibat Pandemik Covid-19

JUMAT, 01 MEI 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keharusan untuk tetap tinggal di rumah selama masa pandemik virus corona baru (Covid-19), berpotensi mengganggu kesehatan jiwa dan psikologis masyarakat.

Menurut Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) Lahargo Kambaren, potensi gangguan kesehatan jiwa ini bisa dialami orang tua dan anak-anaknya di suatu keluarga.

"Saat ini kita perlu mengetahui kondisi kesehatan jiwa kita, juga kesehatan jiwa anak dan remaja kita di tengah keadaan pandemik Covid-19 ini," ujar Lahargo Kambaren dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (1/5).


Namun, lanjut psikiater ini, kesehatan jiwa anak dan remaja selama masa pandemik corona ini patut mendapat perhatian khusus dibandig orang dewasa. Sebab, anak-anak yang biasanya melakukan aktivitas ke luar rumah akan bingung, karena selama beberapa minggu terakhir hanya belajar dan bermain di rumah.

"Oleh karena itu selalulah hadir dengan kesungguhan hati untuk anak-anak. Berikan anak-anak kesempatan untuk terhubung dengan teman-teman dan keluarganya," ucap Lahargo Kambaren.

Selain itu, orang tua juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam rumah. Hal ini penting agar anak-anak bisa melakukan suatu aktivitas yang produktif.

"Menjaga kesehatan orang tua kepada anak juga penting. Menjaga pola hidup yang sehat seperti makan makanan yang bergizi, tidur yang cukup, olahraga yang teratur. Karena dengan melakukan pola hidup sehat yang seperti itu, kita juga bisa menjaga kesehatan jiwa kita dengan baik," papar Lahargo Kambaren.

"Dan apabila kita menemukan bahwa ada suatu perubahan pada anak dan remaja kita jangan ragu-ragu untuk meminta pertolongan tenaga profesional kesehatan jiwa, bila dibutuhkan," demikian Lahargo Kambaren.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya