Berita

Kondisi bandara saat wabah Covid-19/Net

Politik

Prediksi Anggota Komisi VI DPR: Dampak Corona Lebih Dahsyat Dari 9/11

RABU, 29 APRIL 2020 | 04:09 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dampak krisis Covid-19 yang dirasakan industri penerbangan diprediksi akan cukup dahsyat. Terlebih hingga kini belum ada jaminan waktu berakhirnya pandemik Covid-19.

“Bagi airlines, impact virus corona ini jauh lebih dahsyat dibanding kejadian 9/11 dan krisis global 2008 jika digabungkan. Praktis tidak ada airlines yang beroperasi saat ini di dunia,” ujar anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus melalui pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (28/4).

Deddy mengungkapkan, berdasarkan data yang dia peroleh, maskapai penerbangan di dunia akan kehilangan pendapatan sebesar 252 miliar dolar AS hingga menjelang pertengahan 2020. Seluruh maskapai di dunia pun tengah melakukan program restrukturisasi.


Sebagai contoh, kata Deddy, Singapore Airlines yang mendapat dana segar 19 miliar dolar Singapura dan 5,3 miliar dolar Singapura penerbitan saham baru, ditambah 9,7 miliar dolar Singapura dan pinjaman dari DBS sebesar 4 miliar dolar Singapura. Bantuan serupa juga diterima Qantas yang mendapat 1,1 miliar dolar Australia dari pemerintah Australia.

“Bagaimana dengan Garuda Indonesia? Apakah Garuda Airlines bisa survive dalam krisis ini? Garuda Airlines ini ibarat orang yang jatuh tertimpa tangga, ketiban cat, dan tertimbun tembok,” ungkapnya.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, hingga saat ini belum terdengar program penyelamatan Garuda Indonesia dari krisis Covid-19 serta pemulihan usai pandemik.

“Yang kita tahu Garuda menghentikan operasinya karena penerapan PSBB dan Garuda harus membayar utang jatuh tempo Juni 2020. Garuda adalah epicenter industri penerbangan di Indonesia, penyelamatan Garuda sangat penting untuk menyelamatkan industrinya,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ratusan ribu pekerja industri penerbangan harus diselamatkan, mulai dari ground handling, jasa pengiriman, bandar udara, dan lainnya.

Penyelamatan dilakukan bukan hanya dengan ‘menunda’ kewajiban membayar utang yang jatuh tempo pada 2020, melainkan restrukturisasi menyeluruh dan mendalam, meliputi restrukturisasi operasi, aspek kecukupan modal, model bisnis, dan pengaturan arus kas perusahaan.

“Garuda juga harus menyiapkan recovery program pasca Covid-19, mulai dari skenario recovery demand, skenario market structure, sampai saatnya kondisi normal. Karena impact dari krisis corona ini bisa 3-5 tahun, Garuda dan pemerintah harus bahu-membahu menyelamatkan industri penerbangan nasional,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya