Berita

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto/Net

Politik

Bambang Pacul: Kalau Stafsus Bikin Perintah Ke Kecamatan Itu Namanya Tidak Sadar Posisi

SELASA, 28 APRIL 2020 | 10:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Para Staf Khusus Presiden yang ditunjuk Presiden Joko Widodo berfungsi untuk menyerap aspirasi dan memberi masukan kepada presiden. Mereka, termasuk yang berasal dari kalangan milenial, bukan ditunjuk sebagai eksekutor atas kebijakan.

Begitu tegas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/4).

“Pak presiden mengambil stafsus milenial dengan harapan bisa memahami kemilenialan mereka. Menyerap aspirasi mereka dan mengambil kesimpulan bisa memberikan kesimpulan yang baik dan benar, bukan jalan-jalan sendiri (eksekusi),” ujarnya.


Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah ini meminta agar staf khusus milenial sadar posisi bahwa mereka merupakan pembantu presiden, bukan sama derajatnya dengan presiden yang bisa mengeksekusi suatu aturan.

“Mereka difungsikan untuk mencari data, membantu presiden saja. Tapi dia bukan eksekutor staf itu membantu, mereka itu pembantu,” tegasnya.

Permintaan Bambang Pacul, sapaan akrabnya, tidak muluk sampai harus membubarkan stafsus milenial. Dia sebatas meminta anak-anak muda itu untuk instrospeksi diri.

“Sadar posisi, kalau mereka bikin perintah sampai kecamatan itu namanya tidak sadar posisi,” tandasnya.

Andi Taufan Garuda Putra sempat menyurati camat se-Indonesia sebelum mundur dari stafsus milenial. Dengan menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet, bos Amarta Mikro Fintek itu menitip perusahaan agar diikutkan dalam relawan desa melawan Covid-19.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya