Berita

Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari saat pengajian/Repro

Politik

Ketua PP Muhammadiyah: Islam Rahmatan Lil 'Alamin, Puasa Harus Tingkatkan Semangat Menolong Sesama

SENIN, 27 APRIL 2020 | 20:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ibadah puasa Ramadhan memiliki dua makna fundamental dalam agama Islam. Yakni, makna intrinsik dan instrumental.

Puasa pada makna intrinsik yaitu agar menjadikan manusia bertaqwa pada Allah SWT. Sedangkan makna instrumentalnya agar manusia memupuk rasa kepedulian antar sesama manusia.

Kedua makna ini akan berorientasi pada esensi ibadah itu sendiri dalam agama Islam. Sekaligus menjadi karakteristik Islam sebagai agama pembawa Rahmat bagi semua (Rahmatan Lil Alamin).


Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari saat mengisi acara Pengajian #RamadandiRumah PP Muhammadiyah bertajuk "Islam dan Misi Kemanusiaan Global" melalui Livestreaming Facebook Persyarikatan Muhammadiyah, Senin (27/4).

"Risalah Islam sebagai rahmat sebagian alam (rahamatan Lil alamin) harus diwujudkan oleh umat Islam. Dan umat Islam untuk (harus) memiliki semangat filantropisme dan voluntarisme, yang peduli kepada sesama dan sebagainya," ujar Hajriyanto Thohari.

"Itu harus dibina dengan tekun menjalankan ibadah," imbuhnya menegaskan.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Lebanon ini menyatakan, tidak hanya puasa, ritual ibadah seperti shalat juga memiliki dimensi sosial secara universal. Antara lain untuk terus memupuk keimanan dan rasa cinta kasih terhadap sesama manusia.

Hal ini termaktub secara detail dan terperinci dalam Al-Qur'an Surat Al-Ma'un.

"Intinya adalah shalat, puasa itu menjadi instrumen untuk mendidik kita agar selalu beramal. Kalau dalam Surat Al-Ma'un itu dikatakan 'yang senantiasa suka menolong' kepada sesama, berderma, filantropisme," tutur Hajriyanto.  

"Bahkan sekalipun dia shalat, tetapi tetap saja membentak anak-anak yatim, mengabaikan orang orang fakir miskin, itu kan malah disebut Fawailull Lil Mushollin (orang yang celaka dalam shalat)," sambungnya.

Lehih jauh daripada itu, kata Hajriyanto, semangat voluntarisme (kerelawanan) dan filantropisme dalam Islam harus senantiasa diamalkan oleh para pemeluk agama Islam itu sendiri. Karenanya, ditengah pandemi Covid-19 ini sedianya harus terus digalakkan spirit saling membantu, dalam rangka berlomba untuk kebaikan.

"Jadi, ibadah yang kita lakukan itu untuk mendidik kita menjadi orang-orang yang berjiwa filantropisme. Puasa, harus melahirkan semangat atau spirit filantropis, berderma," demikian Hajriyanto.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya