Berita

Wakil Ketua Baleg DPR, Rieke Diah Pitaloka/Repro

Politik

Rieke Diah Pitaloka: Kalau Pemerintah Mau Batalkan RUU Ciptaker, Silahkan Tarik Draftnya Dari Prolegnas 2020

SENIN, 27 APRIL 2020 | 17:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tetap membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Sebab, permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan DPR hanya menunda pembahasan klaster Ketenagakerjaan.

Hal itu, sekaligus menjawab krikikan sejumlah pihak terkait pembahasan RUU Omnibus Law Ciptaker yang masih tetap berjalan.

Wakil Ketua Baleg DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, kritikan publik tetap harus ditampung oleh DPR maupun pemerintah. Meskipun, di satu sisi DPR tetap harus terus menjalankan tugas legislasinya dengan catatan sesuai aturan yang berlaku.  


"Meski kita harus mengikuti tata cara yang ada, tapi opini publik jadi penting, jangan sampai kemudian seolah DPR sendiri ingin membahas (RUU Omnibus Law)," kata Rieke Dyah Pitaloka saat RDPU Baleg DPR, Senin (27/4).

Menurut Rieke, jika publik ingin mengkritik dan menolak seluruh RUU Omnibus Law Ciptaker yang saat ini masih dibahas oleh Baleg DPR dan pemerintah, maka sebaiknya mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Jadi, memang betul kalau pemerintah mau batalkan sesuai aturan yang ada, silahkan tarik draf dan minta dikeluarkan dari prolegnas 2020," tegas artis senior pemeran Oneng di serial film Bajaj Bajuri ini.

Lebih lanjut, Rieke menyatakan, semua pihak baik DPR, pemerintah, maupun publik menginginkan jalan terbaik. Hanya saja, jika tidak mengindahkan aturan dan mekanisme yang berlaku maka akan sulit dan terkesan situasi menjadi tidak menentu.

"Harapan kita ke depannya jangan sampai membuat situasi tidak jadi menentu, akhirnya DPR disalahkan. Padahal kita beracara sesuai prosedur yang ada," demikian Rieke Dyah Pitaloka. 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya