Berita

Wiku Adisasmito/Net

Kesehatan

Tim Pakar Rampungkan Sistem Satu Pintu Bernama 'Bersatu Melawan Covid-19'

SENIN, 27 APRIL 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui, komunikasi dan kerjasama lintas sektor kementerian/lembaga menjadi masalah yang tengah dirampungkan pihaknya.

Dia menerangkan, sistem satu pintu yang masih dikoordinasikan dengan seluruh stake holder, menjadi solusi dari permasalah tersebut.

"Besarnya masalah di Indonesia (adalah) masalah komunikasi dan kerjasama lintas sektor. Itu selalu menjadi tantangan kita bersama," ujar Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual, yang disiarkan dari Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/4).


Tetapi dari hari ke hari, lanjut Wiku Adisasmito, kerja sama antarlembaga pemerintahan semakin membaik. Namun guna mempercepat penanganan pandemik Covid-19, Tim Pakar Gugus Tugas membentuk sistem satu pintu yang bernama 'Bersatu Melawan Covid-19'.

"Ini adalah sebuah sistem informasi terintegrasi untuk meningkatkan percepatan pencatatan data, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di lapangan atau di seluruh Indonesia," sebut Wiku Adisasmito.

Manfaat dari sistem Bersatu Lawan Covid-19 ini, dijelaskan lebih rinci, adalah sebagai bentuk sistem yang menjamin keterbukaan data dan informasi untuk masyarakat, dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan Covid-19 di seluruh Indonesia.

Sehingga Wiku Adisasmito berharap, sistem keterbukaan data dan informasi ini dapat menjadi pegangan pemerintah, khususnya dalam mengeluarkan kebijakan pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19.

"Dan bisa bersama-sama dengan tetap tenang dalam menghadapi pandemi ini. Selain itu, diharapkan dengan informasi yang tersedia kita dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga diri sendiri, menjaga orang lain dalam semangat gotong royong," demikian Wiku Adisasmito.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya