Berita

Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Trump Beri Bantuan Ventilator Ke Indonesia, Saleh Daulay: Perlu Dicermati Amerika Serikat Juga Perlu Alat Itu

MINGGU, 26 APRIL 2020 | 18:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Donald Trump akan memberikan bantuan kepada Indonesia berupa ventilator. Bantuan tersebut dianggap publik sebagai cara Trump membujuk Indonesia agar mau meminjam uang dari negaranya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah Amerika Serikat yang membantu Indonesia dalam pengadaan ventilator.

“Kita sangat mengapresiasi tawaran bantuan yang dijanjikan Donald Trump. Namun demikian, perlu diperhatikan dan dicermati bahwa Amerika Sendiri sangat memerlukan ventilator di negaranya,” ujar Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/4).


Saleh menguraikan, dari data John Hopkins University sampai saat ini penyebaran wabah virus corona baru atau Covid-19 telah mencapai 938.154 orang.

Sementara itu, korban meninggal dunia sudah mencapai 53.755 orang atau seperempat dari total jumlah meninggal di seluruh dunia.

“Amerika saat ini menghadapi persoalan serius dengan Virus Corona. Ini adalah isu utama yang diperbincangkan di negara tersebut. Semua aspek kehidupan sosial, politik, dan ekonomi sangat terpengaruh akibat pandemi ini,” kata Saleh.

Padahal, kata politisi Partai Amanat Nasional ini, sebelumnya Trump sempat tidak percaya dengan tingginya kasus Covid-19 di Amerika Serikat dan membutuhkan banyak ventilator.

“Ada banyak masalah yang perlu diselesaikan dan menjadi skala prioritas yang harus mereka tangani. Tentu salah satunya adalah soal pengadaan alat kesehatan di mana salah satu yang sangat penting adalah ventilator,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya