Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kesal Dituntut Terus, China: Ketika Wabah H1N1 Dan HIV Yang Berasal Dari AS Menyebar, Ada Yang Minta Amerika Ganti Rugi?

RABU, 22 APRIL 2020 | 14:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seberapa pun jurus yang dikeluarkan China untuk menangkis tuduhan Amerika Serikat (AS), nyatanya negara yang dipimpin Donald Trump itu tetap bersikeras. AS tetap mendesak agar China mengakui bahwa ada rekayasa tentang laboratorium di Kota Wuhan.

Serangan itu jelas membuat China geram. Trump, yang telah melupakan janjinya untuk berdamai dengan China saat KTT G20 2020 lalu, ngotot ingin China mengakuinya.

Demikian juga dengan para politisi dan pejabat AS. Mereka beramai-ramai menuntut China, dari mulai terbuka soal data, rekayasa laboratorium, dan ujung-ujung meminta ganti rugi.   


Pernyataan sejumlah pihak AS yang tidak berdasar itu membuat Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang kembali bersuara.

Ia meminta mereka menghentikan serangan dan menyalahkan China.

"Virus ini adalah musuh bersama bagi seluruh umat manusia dan dapat menyerang kapan saja, di mana saja. Seperti negara-negara lain, China juga korban, bukan pelaku, apalagi jadi kaki tangan Covid-19," kata Geng, dikutip dari Xinhua.

Langkah-langkah paling komprehensif dan ketat telah dilakukan China untuk mengatasi wabah virus corona. Geng mengibaratkan, apa yang dilakukan negaranya itu adalah pengorbanan luar biasa dan berkontribusi penting terhadap respons global.

"Komunitas internasional menjadi saksi dan memuji upaya dan kemajuan China," ujar Geng.

Geng meminta sudahi saling menyalahkan apalagi sampai harus meminta ganti rugi. Masyarakat internasional harus mengedepankan solidaritas dan bekerja sama, bukan saling menuduh atau menuntut kompensasi dan akuntabilitas.

Di ujung kesabarannya, Geng menyinggung soal wabah flu H1N1 di Amerika Serikat yang menyebar ke 214 negara pada 2009.

"Flu H1N1 mewabah di Amerika Serikat dan menyebar ke lebih dari 214 negara dan kawasan pada 2009, yang mengakibatkan hampir 200.000 kematian. Apakah ada yang meminta AS untuk memberikan kompensasi?” ujar Geng.

Begtu juga pada 1980-an, saat  AIDS kali pertama ditemukan di Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh dunia.

“Adakah yang meminta Amerika Serikat bertanggung jawab atas hal ini?” katanya lagi.

Geng meminta AS untuk mengubah perilaku dan memahami bahwa musuh mereka adalah virus, bukan China.

Ia berharap sudahi semua pertikaian. Ia mengharapkan semua saling melangkah bersama-sama. Pertikaian tidak menjadikan semuanya membaik atau mengembalikan yang hilang.

"Menyerang dan mendeskriditkan negara lain tidak akan bisa mengembalikan waktu dan nyawa yang hilang. Berhenti menyerang dan menyalahkan China tanpa alasan!” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya