Berita

Penyemprotan disinfektan di Jalur Gaza/Net

Dunia

Sebut AS Berbohong Soal Bantuan, Dubes Palestina: Kami Tidak Mendapat Satu Sen Pun

RABU, 22 APRIL 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dutabesar Palestina untuk Prancis, Salman Harfi mengatakan Dutabesar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman telah berbohong bahwa Washington memberikan 5 juta dolar AS untuk membantu Oritas Palestina menangani wabah virus corona baru (Covid-19).

Harfi mengungkapkan Palestina tidak mendapatkan satu sen pun dari dana yang telah dijanjikan itu.

"Dia berbohong, kita tidak tahu bagaimana mereka akan membelanjakannya tetapi tidak untuk perawatan kesehatan atau rumah sakit Palestina," ujar Harfi pada Selasa (21/4).


"Orang yang ingin menyumbang dapat pergi langsung ke perwakilan rakyat Palestina. Amerika Serikat tidak memberikan apa pun kepada rakyat Palestina, kami tidak mendapatkan satu sen pun," lanjutnya seperti dimuat Sputnik.

Pada Kamis (16/4), Friedman dalam akun Twitter-nya mencuit bahwa ia senang AS memberikan 5 juta dolar AS kepada rumah sakit dan rumah tangga Palestina untuk memenuhi kebutuhan darurat dalam memerangi Covid-19.

Kendati begitu, Harfi mengatakan, AS tidak memberikan nominal tersebut untuk Paletina melainkan memberi 3,5 juta dolar AS kepada LSM yang bekerja dengan Washington.

"(AS) memberikan 3,5 juta dolar AS untuk LSM yang bekerja untuk AS. AS tidak melanjutkan dukungannya pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga mereka tidak bisa berpura-pura memberikan sesuatu kepada Palestina," ungkapnya merujuk pada penghentian dana kontribusi AS kepada WHO.

Harfi juga merujuk pada insiden 2018 ketika pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk memotong lebih dari 200 juta dolar AS bantuan untuk Palestina.

Trump juga memotong bantuan keuangan untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Selama ini, Trump dikritik karena dianggap telah membahayakan kemampuan Palestina untuk mengatasi pandemik dan menempatkan risiko kesehatan global dalam bahaya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya