Berita

Sembilan garis putus China di Laut China Selatan/Net

Dunia

Makin Agresif! China Umumkan Kedaulatan Di LCS, Termasuk 25 Pulau

RABU, 22 APRIL 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah China mengeluarkan proklamasi kedaulatan di Laut China Selatan (LCS) usai Vietnam memprotes keberadaan kapal-kapal negeri tirai bambu tersebut di sana.

Pada Minggu (19/4), Kementerian Sumber Daya Alam dan Kementerian Urusan Sipil ternyata merilis sebuah pernyataan terkait kedaulatan China di LCSyang disengketakan oleh banyak pihak.

Dalam pernyataan tersebut, China mengumumkan nama-nama wilayah dan koordinat yang dikuasai China di LCS, yang meliputi 25 pulau, beting, terumbu, serta 55 gunung dan punggung laut.


Tak ayal, hal tersebut memicu kritikan karena tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Tidak ada negara yang dapat mengklaim kedaulatan atas fitur di bawah air kecuali mereka berada dalam 12 mil laut dari daratan. Jadi, apakah China tidak mengetahui hal ini atau dengan sengaja mencoba melanggar hukum internasional," ujar seorang peneliti di lembaga think tank Inggris, Chatham House, bernama Bill Hayton.

"China telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) yang sangat jelas tentang apa yang bisa dan tidak bisa diklaim negara sebagai wilayah. Namun China tampaknya menentang UNCLOS dengan menegaskan kedaulatan di tempat-tempat yang sangat jauh," tambahnya seperti dimuat Sputnik.

Selain itu, China juga telah membuat klaim umum untuk sekitar 90 persen saluran air melalui gagasan yang disebut "sembilan garis putus (nine dashed-line). Di mana garis-garis yang dilewati juga diklaim oleh Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Taiwan.

Klaim tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa di dasar laut LCS mengandung sumber daya hidrokarbon yang besar.

Menurut Direktur Pusat Penelitian Hukum dan Kebijakan Kelautan di Institut Nasional Studi LCS, Yan Yan, klaim teritori China menunjukkan kedaulatannya di wilayah tersebut. Yan mencatat, klaim tersebut bukan lah yang pertama kali diumumkan. Pada 1983, China juga mengklaim 287 fitur di LCS.

"China dihadapkan dengan Vietnam yang semakin agresif ketika negara itu terus menangkap ikan secara ilegal dan melakukan eksplorasi minyak dan gas secara sepihak di LCS," kata Yan.

"Dan sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Vietnam harus lebih menahan diri daripada bertindak agresif," lanjutnya.

Bulan lalu, Vietnam mengeluarkan catatan diplomatik untuk PBB yang memprotes klaim kedaulatan China di LCS. Vietnam juga semakin geram dengan klaim China atas Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spartly.

"Dewan Negara baru-baru ini menyetujui pembentukan distrik Xisha (Kepulauan Paracel) dan Nansha (Kepulauan Spartly) di bawah Kota Sansha," ujar Kementerian Urusan Sipil China menggunakan nama China untuk menyebut wilayah yang diklaimnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya