Berita

Presiden Tsai Ing-wen/Net

Dunia

Ungkap Strategi Tangani Covid-19, Presiden Tsai Ing-wen: Taiwan Dapat Membantu

SELASA, 21 APRIL 2020 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keberhasilan Taiwan untuk meredam penyebaran virus corona baru (Covid-19) bukanlah hal yang kebetulan. Melainkan hasil dari kerja keras pemerintah, petugas medis, sektor swasta, dan masyarakat.

Data dari Univeristas Johns Hopkins pada Selasa (21/4) menunjukkan, Taiwan berhasil menekan angka infeksi di 400-an dengan 6 orang meninggal dunia. Angka tersebut jauh lebih kecil dibanding negara-negara lain yang memiliki kedekatan geografis dengan China daratan seperti Korea Selatan dan Jepang.

Lantas, apa yang membuat Taiwan berhasil untuk mengendalikan wabah?


Dalam tulisannya di majalah TIME yang bertajuk, "President of Taiwan: How My Country Prevented a Major Outbreak of Covid-19", Presiden Tsai Ing-wen mengungkapkan strategi Taiwan dalam menghadapi pandemik Covid-19.

"Berabad-abad kesulitan telah memaksa masyarakat kami untuk mengatasi, beradaptasi, dan bertahan dalam situasi sulit. Kami telah menemukan cara untuk bertahan di masa-masa sulit," ujar Tsai dalam tulisannya yang dirilis pada Rabu (15/4).

Tsai mengatakan, keberhasilan pemerintah dan rakyat Taiwan tidak terlepas dari pengalaman menyakitkan akibat wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2003.

Pada saat itu, puluhan orang meninggal dunia di Taiwan, yang membuat pemerintah dan rakyat Taiwan saat ini selalu bersiaga jika menyangkut ancaman kesehatan.

"Ketika ada indikasi penyakit pernapasan baru yang menular mundul di China pada Desember lalu, kami mulai memantau penumpang yang datang dari Wuhan," ungkap Tsai.

"Pada Januari, kami mendirikan Pusat Komando Epidemi Sentral untuk menangani tindakan pencegahan," tambahnya seraya mengatakan ia juga telah memperkenalkan batasan perjanan dan menerapkan protokol karantina bagi pelancong berisiko tinggi.

Hingga pada 21 Januari, muncul kasus pertama di Taiwan. Tsai mengatakan pihaknya langsung melakukan investigasi secara ketat untuk melacak riwayat perjalanan dan kontak kasus tersebut. Pihaknya juga melakukan isolasi sebelum terjadinya penularan massal.

Kendati begitu, upaya tersebut tidak hanya sebatas dilakukan oleh profesional kesehatan yang berada di bawah Menteri Kesehatan Chen Shih-chung, namun juga bisnis, waralaba, dan komunitas yang mulai memantau suhu tubuh pengunjung serta melakukan disinfeksi pada ruang publik.

"Untuk mencegah panic buying massal, pada tahap awal pemerintah memantau lonjakan pasar komoditas dan mengambil alih produksi dan distribusi masker medis," jelas Tsai.

Dalam hal ini, Kementerian Urusan Ekonom mengoordinasikan jalur produksi tambahan dan melipatgandakan kapasitas produksi masker bedah dengan melakukan kerja sama dengan swasta dan industri kecil, bahkan rumahan.

"Didukung oleh para pakar teknologi, apotek, dan toko serba ada, kami merancang sebuah sistem untuk mendistribusikan masker yang dijatah," tambahnya.

Dengan begitu, masker selalu tersedia dan terjangkau, baik untuk rumah sakit maupun masyarakat umum. Itu, dikatakan Tsai sebagai hasil dari upaya pemerintah dan swasta yang disebut "Tim Taiwan". Bahkan, saat ini, Taiwan pun sudah bisa menyumbangkan pasokan masker ke negara-negara terdampak lainnya.

Kendati begitu, Tsai mengungkapkan hambatan yang dialami Taiwan. Di mana walaupun memiliki sistem perawatan kesehatan top dunia, Taiwan sulit untuk mengelola penanganan Covid-19 jika tidak ada upaya bersama dari semua negara.

"Meskipun Taiwan telah secara tidak adil dikecualikan dari WHO dan PBB, kami tetap bersedia dan mampu menggunakan kekuatan kami di bidang manufaktur, kedokteran, dan teknologi untuk bekerja dengan dunia," ungkap Tsai.

Menurut Tsai, krisis global yang saat ini terjadi akibat pandemik Covid-19 merupakan ujian untuk komunitas internasional agar bisa bersatu dan saling menautkan di jaringan global.

"Kita harus mengesampingkan perbedaan kita dan bekerja bersama untuk kepentingan umat manusia. Pertarungan melawan Covid-19 akan membutuhkan upaya kolektif dari orang-orang di seluruh dunia," tuturnya.

Dengan segala pengalaman dalam menghadapi kesulitan, Taiwan selalu siap untuk bersatu mengatasi rintangan terberat sekalipun, lanjut Tsai.

"Ini, di atas segalanya, adalah apa yang saya harap Taiwan dapat bagikan kepada dunia: kapasitas manusia tidak terbatas untuk mengatasi tantangan bersama. Taiwan dapat membantu," pungkas Tsai.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya