Berita

Kendaraan Militer Di Jalan Di Maseru, Lesotho/Net

Dunia

Pandemik Covid-19, Kerajaan Lesotho Kerahkan Pasukan Militer Untuk Amankan Negara Dari Kekacauan Demokrasi

SELASA, 21 APRIL 2020 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kendaraan militer dan pasukan prajurit terlihat di sepanjang jalan-jalan di Maseru sejak kemarin, Senin (20/4), melansir Africa News.

Di tengah pandemik Covid-19, Perdana Menteri Thomas Thabane menurunkan banyak pasukan militer sebagai upaya pengamanan negara itu.

Thabane menyatakan ia sedang menertibkan situasi dengan mengerahkan pasukan ke jalan-jalan ibukota sebagai pemulihan ketertiban. Ia mengklaim adanya pasukan keamanan yang tak dikenal yang berusaha merusak demokrasi di Lesotho.


Namun, Thabane juga mengatakan para tentara yang dikerahkannya itu juga untuk menjaga aturan penguncian atau lockdown yang akan diberlakukannya selama 24 hari sebagai upaya penanganan penyebaran virus corona, walau Lesotho belum memiliki satu kasus pun.

Thabane berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri setelah polisi mengatakan mereka mencurigainya terlibat dalam pembunuhan istrinya pada tahun 2017, sebuah kasus yang telah menjerumuskan negara ke dalam kekacauan politik.

Pengerahan itu dilakukan sehari setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan keputusannya untuk menunda parlemen selama tiga bulan.

Pada Maret kemarin, Thabane memberlakukan skorsing parlemen selama tiga bulan tidak lama setelah Majelis Nasional mengeluarkan undang-undang yang melarangnya mengadakan pemilihan baru.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya