Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Manfaatkan Pandemi Corona, Trump Tangguhkan Semua Imigrasi Ke AS

SELASA, 21 APRIL 2020 | 11:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan segera menandatangani perintah eksekutif untuk sementara waktu menangguhkan semua imigrasi ke Amerika Serikat karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu dia sampaikan melalui cuitannya di Twitter, Senin malam (20/4).

"Dalam cahaya serangan dari musuh yang tak terlihat, dan juga kebutuhan untuk melindungi pekerjaan warga Amerika kami yang hebat, saya akan menandatangani Perintah Eksekutif untuk sementara menangguhkan imigrasi ke Amerika Serikat," tulis Trump


Dia belum meberikan detil lainnya. Gedung Putih juga belum memberikan rincian lebih lanjut tentang alasan di balik keputusan itu, waktu pelaksanaa, atau dasar hukumnya.

Namun sejumlah kritikus menilai bahwa pemerintahan Trump menggunakan pandemi untuk menindak masalah imigrasi.
 
Diketahui bahwa Trump menang dalam pilpres 2016 lalu, salah satunya adalah berkat janjinya untuk mengekang imigrasi dengan membangun tembok di perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko.

Sejak saat itu, dia telah berupaya melakukan sejumlah cara untuk menindak imigran legal dan ilegal masuk ke negara tersebut.

"Anda memotong imigrasi, Anda membuat lubang pada ekonomi negara kita yang sudah melemah," kata mantan calon presiden Demokrat Julian Castro dalam  sebuah cuitan.

"Langkah bodoh apa ini," tambahnya.

Untuk diketahui bahwa Amerika Serikat adalah negara yang saat ini paling terdampak akibat pandemi virus corona. Per awal pekan ini, tercatat ada 782.159 kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi dan 41.816 kematian akibat virus tersebut.

Kondisi tersebut juga menyebabkan lebih dari 22 juta orang menganggur.

"Masuk akal untuk melindungi tenaga kerja kami saat pandemi ini mereda," kata mantan direktur sementara Trump untuk Penegakan Bea dan Cukai Amerika Serikat, Thomas Homan,

"Ini benar-benar bukan tentang imigrasi. Ini tentang pandemi dan menjaga negara kita lebih aman sambil melindungi peluang bagi orang Amerika yang menganggur," tambahnya, seperti dimuat Reuters.

Amerika Serikat juga sebelumnya telah sepakat dengan Kanada dan Meksiko untuk memperpanjang pembatasan perjalanan yang tidak penting sampai setidaknya pertengahan Mei mendatang.

Selain itu, tingkat perjalanan juga sangat dibatasi dari Eropa dan China demi mengerem penularan virus lebih lanjut.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya