Berita

Penasihat Peter Navarro/Net

Dunia

Peter Navarro Klaim China Telah Sembunyikan Informasi Covid-19 Agar Bisa Menangkan Perlombaan Vaksin Dan Menjualnya Ke Seluruh Dunia

SELASA, 21 APRIL 2020 | 09:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penasihat Gedung Putih, Peter Navarro mengklaim bahwa China telah menyembunyikan informasi terkait wabah Covid-19 karena mereka ingin memenangkan perlombaan komersial untuk vaksin virus corona baru (SARS-CoV-2).

Pernyataan tersebut Navarro ungkapkan kepada Fox Business Network pada Senin (20/4). Di mana akhir-akhir ini AS gencar menyerang China terkait dengan transparansinya.

"Salah satu alasan mengapa mereka mungkin tidak membiarkan kami masuk dan memberi kami data tentang virus ini lebih awal adalah mereka berlomba unutk mendapatkan vaksin," ujar Navarro.


"Mereka berpikir ini hanya perlombaan bisnis sehingga mereka dapat menjual vaksin ke seluruh dunia," tambahnya seperti yang dikutip CNA.

AS memang menjadi negara paling parah yang dihantam virus corona baru. Selama ini, AS dan negara-negara Barat telah berulang kali meminta Beijing untuk berbagi data mengenai wabah yang pertama kali muncul di Kota Wuhan tersebut.

"Tapi kita akan mengalahkan mereka. Kita akan mengalahkan mereka karena kepemimpinan Presiden (Donald) Trump. Kita akan mengalahkan mereka karena HHS (Departemen Kesehatan Dan Layanan Kemanusiaan AS) telah mendapatkan pacuan kuda lima perusahaan," tegas Navarro.

Navarro yang merupakan kritikus tajam China sekaligus Direktur Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur dinobatkan Trump tugas untuk menangani jalur pasokan barang dan jasa terkait pandemik.

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang terbukti ampuh bisa menyembuhkan Covid-19.

AS saat ini sudah memiliki lebih dari 760 ribu kasus infeksi dengan lebih dari 41.100 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya