Berita

Aparat Mengepung Pelaku Penembakkan Massal/Net

Dunia

Korban Penembakan Massal Di Kanada Bertambah Jadi 18 Orang, Trudeau: Ini Tidak Seharusnya Terjadi!

SELASA, 21 APRIL 2020 | 09:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Korban tewas akibat dari serangan pria yang mengamuk di Nova Scotia, Kanada, bertambah menjadi 18 orang. Korban tewas termasuk satu petugas kepolisian dan pelaku penembakan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, aksi kekerasan yang berlangsung selama 12 jam itu disebut-sebut sebagai penembakan massal terburuk dalam sejarah Kanada.

Pernyataan disampaikan Trudeau satu hari usai terjadinya penembakan yang dilakukan seorang pria berpakaian polisi. Pelaku menembakkan senjata api secara acak dan menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk seorang polisi wanita berusia 23 tahun.
 

 
"Tragedi semacam itu seharusnya tidak pernah terjadi. Kekerasan seperti itu tidak memiliki tempat di Kanada," ungkap Trudeau, mengutip AFP, Senin (20/4).

Korban tewas berada di dalam dan di luar sebuah rumah di kota Portapique yang kecil yang termasuk wilayah pedesaan, sekitar 100 km di utara Halifax.

Aparat yang segera mengamankan wilayah itu berpesan kepada semua warga di sana, yang saat ini sedang menerapkan pembatasan pergerakan terkait Covid-19, agar waspada dan mengunci pintu mereka, jika terpaksa harus tinggal di ruang bawah tanah mereka. Amukan itu juga menyebabkan beberapa rumah terbakar.
Keterangan dari Kepolisian Nova Scotia di Twitter mengindikasikan bahwa pelaku merupakan pria berusia 51 tahun bernama Gabriel Wortman. Dalam keterangan tersebut, Wortman disebut bukan staf Royal Canadian Mounted Police (RCMP), namun "mungkin mengenakan sebuah seragam polisi."
 
Ketua RCMP Chris Leather mengatakan bahwa pihaknya mungkin akan menemukan lebih banyak lagi korban dalam beberapa waktu ke depan. Ia telah mengerahkan jajarannya untuk menyebar ke 16 lokasi terpisah di Nova Scotia.
 
Para korban terbunuh di beberapa tempat. Pers Kanada mulai mengidentifikasi mereka,  selain petugas polisi Heidi Stevenson, seorang perawat, seorang guru, dan beberapa pasangan dengan anak-anak terbunuh.

Penembakan massal merupakan peristiwa langka di Kanada, karena aturan kepemilikan senjata api jauh lebih ketat dari negara tetangganya, Amerika Serikat.
 
Pada 2019, dua remaja di Kanada mengaku telah membunuh tiga orang, termasuk pasangan asal Australia-AS di British Columbia.

Jauh sebelumnya, pada 1989, penembakan di sebuah kampus di Quebec menewaskan 14 wanita setelah pelaku mengusir semua pria yang ada di sebuah kelas.

“Sebagai sebuah negara, di saat-saat seperti ini, kami bersatu untuk saling mendukung. Bersama-sama kita akan berduka bersama keluarga para korban, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan tertulis.

Trudeau mengumumkan bahwa penghargaan "virtual" kepada para korban akan diberikan pada Jumat depan.

"Ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk ikut belasungkawa pada keluarga korban dan berada di sana untuk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai" katanya.

"Kenyataan bahwa pelaku ini memiliki seragam dan mobil polisi, menandakan bahwa amukan ini sudah direncanakan," kata pihak kepolisian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya