Berita

Daftar tagihan Bild kepada China/Net

Dunia

Salahkan China, Media Jerman Tagih Rp 2.521 Triliun Atas Kerugian Akibat Pandemik Covid-19

SELASA, 21 APRIL 2020 | 08:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China kembali dibuat geram. Setelah Amerika Serikat dan Australia mempertanyakan transparansinya terkait wabah virus corona baru (Covid-19), kini Jerman ikut ambil bagian.

Dalam sebuah surat kabar, Bild muncul isu bahwa Jerman menagih 149 miliar euro atau setara dengan Rp 2.521 triliun (Rp 16.921/euro)  kepada China karena telah "berutang" atas dampak pandemik Covid-19 yang kian meluas.

Jerman juga dilaporkan telah mengikuti jejak Prancis dan Inggris yang telah menyalahkan China yang dianggap sebagai "sumber" virus corona.


Sebelumnya, pada Sabtu (18/4), Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa China harus menghadapi konsekuensi jika pihaknya secara sadar bertanggung jawab atas munculnya pandemik virus corona.

"Itu bisa saja dihentikan di China sebelum seluruh dunia menderita karenanya. Jika itu adalah kesalahan, kesalahan adalah kesalahan. Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, maka harus ada konsekuensinya," ujar Trump.

Sehari setelahnya, Minggu (19/4), Kota Wuhan merevisi jumlah kematian dengan tiba-tiba yang melonjak hingga 50 persen.

Inggris yang telah bergabung dengan pejabat intelijen AS juga mengklaim bahwa virus corona berasal dari laboratorium Wuhan, bukan pasar makanan laut.

Lalu sebuah kabar mengejutkan muncul dari surat kabar Jerman, Bild. Di mana terdapat sebuah faktur tagihan sebesar 149 miliar euro yang ditagih kepada pemerintah China dengan rinciannya, melansir Express.

Rincian tersebut meliputi 27 miliar euro untuk kehilangan pendapatan pariwisata; 7,2 miliar euro industri film; 1 juta euro perjam untuk maskapai perbangan China; dan 50 miliar euro untuk bisnis kecil yang semuanya terdampak pandemik.

Bild juga menghitung jumlah tersebut juga meliputi pendapatan 1.784 euro per orang yang turun 4,2 persen.

Semua itu dirilis Bild dalam sebuah headline yang diberi judul "Apa yang menjadi hutang China kepada kami".

Menanggapi hal tersebut, pemerintah China mengatakan hal tersebut hanya akan membangkitkan xenophobia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya