Berita

Puluhan ribu orang hadiri pemakaman Maulana Zubayer Ahmad Ansar/Net

Dunia

Pemerintah Bangladesh Tutup Tujuh Desa Usai Puluhan Ribu Orang Banjiri Pemakaman Ulama

SENIN, 20 APRIL 2020 | 16:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Bangladesh menutup tujuh desa di Distrik Brahmanbaria setelah puluhan ribu orang menghadiri pemakaman seorang ulama terkemuka, Maulana Zubayer Ahmad Ansar yang meninggal karena kanker.

Pada Sabtu (18/4), ribuan orang membanjiri jalanan menuju Madrasah Jamia Rahman, di mana ulama tersebut dimakamkan. Hal tersebut memicu kekhawatiran akan potensi lonjakan infeksi virus corona baru (Covid-19) di sana.

"Kami telah dengan ketat memerintahkan semua penduduk di tujuh desa untuk tinggal di rumah setiap saat setidaknya selama 14 hari ke depan sehingga kami dapat mengidentifikasi kemungkinan adanya yang tetular virus," ujar seorang petugas kepolisian kepada Reuters.


Dengan aturan tersebut, penduduk dilarang ke luar rumah, kecuali untuk membeli bahan makanan dan obat-obatan.

Selain memberlakukan hal tersebut, kepolisian juga telah memecat dua polisi senior yang dianggap telah gagal mencegah terjadinya kerumunan massa.

Hingga saat ini, Bangladesh telah melaporkan 2.456 kasus Covid-19 dengan 91 orang meninggal dunia.

Kuncian yang diberlakukan oleh pemerintah setidaknya sampai 25 April tampaknya tidak berhasil untuk mengatur warga agar tetap di rumah.

Pasalnya, selain pemakaman tersebut, pada akhir pekan, para buruh di Bangladesh juga mengadakan unjuk rasa untuk pembayaran upah.

Selain itu, para pemimpin agama juga masih mengizinkan jamaah dalam jumlah kecil untuk melakukan ibadah di masjid, meski Perdana Menteri Sheikh Hasina telah memperingatkan adanya risiko penularan. Beberapa masjid juga masih mengadakan shalat Jumat.

Hal-hal tersebut memicu kekhawatiran akan adanya lonjakan kasus ketika bulan Ramadhan di mana umat Islam mengadakan shalat Tarawih di masjid.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya