Berita

Demam berdarah/Net

Kesehatan

Beban Pemerintah Bertambah Karena DBD Berbarengan Dengan Corona

SENIN, 20 APRIL 2020 | 09:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Musim pancaroba yang menimbulkan wabah penyakit Demam Berdarah (DBD) sudah mulai menjangkiti masyarakat. Mirisnya, epidemi ini muncul berbarengan dengan pandemi virus corona baru (Covid-19).

Berdasarkan data per Minggu kemarin (19/4), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 6.575 orang terjangkit. Sementara, jumlah kasus DBD lebih banyak, yakni hingga Selasa (14/4) sudah sebanyak 41.883 kasus yang tersebar di berbagai wilayah.

Pengamat kebijakan publik dari Center of Public Policy Studies (CPPS), Bambang Istianto menilai, munculnya wabah DBD berpotensi memperberat pekerjaan pemerintah, saat sedang-sedangnya berkonsentrasi melawan virus corona.


"Wabah virus yang berbeda jenis tersebut dipastikan beban pemerintah bertambah," ujar Bambang Istianto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/4).

Meskipun pemerintah sudah berpengalaman menghadapi DBD, lanjut lulusan Universitas Padjajaran ini, namun pada tahun ini kasus DBD meningkat dari tahun yang lalu, yaitu dari 40.425 kasus menjadi 41.883 kasus.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa musim pancoroba ini akan menjadi PR terberat pemerintah dit engah penanganan wabah berbahaya Covid-19.

"Boleh jadi konsentrasi pemerintah terganggu yang sedang fokus memutus matai rantai penyebaran Covid-19 melalui kebijakan PSBB," tutur Bambang Istianto.

Namun begitu, sosok penulis buku Potret Buram Politik Indonesia ini tetap mengapresiasi kinerja pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan terkait pencegahan wabah DBD.

"Kemenkes telah mengeluarkan kebijakan kepada seluruh Dinas Kesehatan melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan gerakan satu rumah satu jumantik," katanya.

"Diharapkan strategi penanganan DBD bisa berjalan efektif," tutup Bambang Istianto menambahkan.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya