Berita

Unjuk rasa menentang lockdown/Net

Dunia

Tolak Lockdown, Warga Texas: Kemiskinan Juga Membunuh

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Unjuk rasa kembali terjadi di Amerika Serikat untuk menentang lockdown atau kuncian di negara bagian yang memiliki sedikit kasus infeksi virus corona baru (Covid-19).

Pada Sabtu (18/4), sebanyak diperkirakan 400 orang berkumpul di bawah hujan di Concord, New Hampshire. Beberapa menggunakan mobil, sementara yang lainnya berjalan kaki. Mereka menuntut agar kuncian secara nasional dihentikan karena melumpuhkan ekonomi.

Dilaporkan CNA, di antara pengunjuk rasa terdapat beberapa pria bersenjata yang mengenakan seragam militer dengan wajah tertutup.


Selain di New Hampshire, di Texas sebanyak lebih dari 250 orang berunjuk rasa di luar State Capitol, Austin.

"Sudah waktunya untuk membuka kembali Texas, sudah waktunya untuk membiarkan orang bekerja, sudah waktunya bagi mereka untuk membiarkan interaksi terjadi dan akal sehat menguasai hari ini, bukan kekuatan pemerintah," ujar seorang aktivis bernama Justin Greiss.

"Saya bukan seorang dokter tetapi saya adalah orang yang cerdas yang dapat melakukan matematika dan sepertinya pada akhir hari, angka-angka ini tidak terlalu mengkhawatirkan," ujar seorang pengunjuk rasa lainnya.

Sembari melambaikan tangan di luar gedung, mereka memberi pesan: "Kemiskinan juga membunuh".

"Aku harus menyelamatkan bisniskku. Aku harus bekerja untuk hidup. Kalau tidak, aku akan mati," ujar seorang penata rambut bernama Dolores.

Unjuk rasa dengan tuntutan yang sama juga diketahui terjadi di beberapa kota di seluruh negeri, seperti Columbus, Ohio, San Diego, California, Indiana, Nevada, dan Wisconsin.

Tidak semua pengunjuk rasa melakukan aksi dengan tetap menjaga jarak sosial. Tapi banyak dari mereka mengibarkan bendera Amerika.

Saat ini, sebagian besar orang AS berada dalam perintah penguncian untuk tinggal di rumah dan menutup hampir semua bisnis.

Data dari Universitas Johns Hopkins pada Minggu (19/4) menunjukkan, AS memiliki jumlah infeksi sebanyak 735.086 kasus dengan  38.910 orang meninggal dunia dan 66.782 orang dinyatakan pulih.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya