Berita

Nelayan Jepara kembalikan bantuan beras paceklik dari Pemkab/RMOLJateng

Nusantara

Dinilai Lebih Sedikit, Beras Bantuan Paceklik Dikembalikan Nelayan Jepara

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 02:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para nelayan di Kabupaten Jepara bagian utara mengembalikan beras bantuan musim paceklik yang diterima dari Pemkab Jepara.

Alasannya, jumlah beras bantuan tahun ini lebih sedikit dibanding periode sebelumnya. Sehingga dinilai tak bisa meringankan beban nelayan.

Sekretaris II Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, Sugeng Hariyanto mengatakan, tahun ini beras paceklik yang diberikan kepada nelayan memang tergolong minim.


Tiap nelayan hanya menerima 2,6 kg. Padahal biasanya jatah beras paceklik sebanyak 5 kilogram untuk tiap nelayan.

Menurut Sugeng, bantuan tersebut tak cukup membantu nelayan. Padahal saat ini, kondisi perekonomian nelayan belum membaik setelah tak bisa mencari ikan sejak akhir Desember 2019 hingga awal April 2020.

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif mengembalikan beras paceklik jatah nelayan itu ke Pemkab Jepara.

"Kalau pemerintah niat membantu mestinya minimal sama dengan tahun lalu, syukur kalau lebih banyak. Makanya lebih baik kita kembalikan saja," kata Sugeng Hariyanto, Sabtu (18/4), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Untuk diketahui, tahun ini beras paceklik yang disalurkan untuk nelayan sebanyak 31 ton. Sedang jumlah nelayan yang mengalami masa paceklik sebanyak 11,7 ribu orang. Lebih banyak dari periode sebelumnya.

Idealnya, tiap nelayan menerima 5 kg. Namun jika "dipaksakan" sesuai jatah biasanya, maka terdapat kekurangan hingga 27 ton lebih.

Saat ini, kata Sugeng Hariyanto, meski sudah mulai bisa melaut tapi kondisi perekonomian nelayan belum membaik. Sebab harga jual ikan rendah, hanya 50 persen dari biasanya. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh dampak virus corona (Covid-19) yang membuat daya beli masyarakat ikut lesu.

"Mestinya pemerintah hadir saat kondisi seperti ini. UU Perlindungan Nelayan masih berlaku sampai sekarang, tapi kalau tidak diterapkan percuma juga," sesalnya.

Saat penyerahan beras paceklik untuk nelayan di KUD Eko Karyo Mino, Kelurahan Jobokuto, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengakui adanya kekurangan jumlah beras paceklik itu.

Pihaknya berharap perusahaan di Jepara seperti Tanjung Jati Grup bisa menambah kekurangan beras bantuan ini agar bisa membantu kebutuhan hidup para nelayan.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya