Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Walau China Sudah Merevisi Jumlah Kasus Covid-19, Trump Masih Ngeyel Anggap Angka Itu Belum Benar

SABTU, 18 APRIL 2020 | 16:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Gejolak permusuhan Amerika Serikat dan China masih berbuntut panjang. Seolah Trump melupakan janjinya akan mencari perdamaian dengan China seperti yang pernah dikatakannya saat KTT G20, pada Maret lalu.

Kini angka kasus virus corona di China menjadi perdebatan. Pada akhirnya China telah merevisi jumlah kasus, Jumat (17/4) kemarin. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memandang revisi jumlah korban meninggal akibat virus corona di China itu belum sepenuh benar.

China merevisi angka dengan menaikkan jumlah kasus kematian sebesar 50 persen di kota itu atau sekitar 1.290 korban meninggal, sehingga totalnya kasus menjadi 3.869. Jumlah korban terinfeksi juga bertambah 325, sehingga menjadi 50.333, melansir AFP, Sabtu (18/4).


Namun, Trump menilai jumlah itu belum sebenarnya, masih banyak yang disembunyikan.

“China baru saja menggandakan jumlah kasus kematian akibat Musuh Tak Terlihat. (Seharusnya) Itu jauh lebih besar dari yang ada, jauh lebih besar dari AS, mendekati pun tidak,” ujar Trump, dalam cuitannya Sabtu (18/4), seperti dikutip redaksi RMOL.

Beberapa pejabat AS juga mengatakan China tak transparan dalam mengungkap wabah mematikan ini sejak awal.

Trump juga menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersikap China-sentris, sehingga menangguhkan pendanaan untuk badan PBB itu.

Sikap Trump didukung oleh Partai Republik di Kongres AS. Mereka mengusulkan agar pendanaan untuk WHO dihentikan sampai Tedros Adhanom Ghebreyesus mengundurkan diri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya