Berita

Orang-orang di Malawi/Net

Dunia

Klaim Penguncian Di Malawi Hanya Pengalihan Pemilu, UTM: Orang-orang Akan Mati Karena Lapar Bukan Karena Covid-19

SABTU, 18 APRIL 2020 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa wilayah di Malawi, sebuah negara republik di daratan Afrika bagian selatan, melakukan protes keras terkait penguncian yang dilakukan negara itu selama 21 hari.  

Pemilik bisnis informal, terutama vendor, mengeluh bahwa penguncian yang dilakukan sepanjang itu akan membuat usaha mereka jatuh dan mereka tidak bisa makan, ditambah kemungkinan besar terjadi pemecatan karyawan.  

Protes terjadi di Blantyre, Mangochi, Karogna, Zomba, Kasungu, dan Mzuzu. Para pelaku usaha di sana mengajukan petisi kepada dewan kota atau komisaris distrik yang berafiliasi dengan pemerintah, melansir Anadolu, Sabu (18/4).


"Kami ingin pemerintah memberi kami uang perawatan untuk bertahan selama 21 hari karena kami tidak mampu tinggal di rumah tanpa makanan," ujar Masdalitso Kalipide, seorang pemimpin protes di distrik tepi pantai Mangochi di timur.

Para pekerja juga mengandalkan penghaslan harian. Penguncian itu akan merampas penghasilan mereka sepenuhnya.

"Sebagian besar dari kita mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tanpa keluar untuk menjual barang dagangan kita, kita tidak bisa bertahan hidup," Kalipide.

Kepala Eksekutif Dewan Kota Mangochi Abubakar Nkhoma menanggapi, dengan mengatakan akan membahas petisi yang diajukan.

"Kami telah menerima petisi dan kami akan meneruskannya ke Kantor Presiden dan Kabinet melalui Kementerian Pemerintah Daerah dan Pembangunan Pedesaan," kata Nkhoma.

Juru bicara pemerintah Mark Botomani mengatakan pemerintah menyadari protes itu. "Kami mengajak mereka untuk melihat cara terbaik yang bisa kami lakukan untuk mengatasi situasi ini," katanya.

Di tengah penanganan pandemik, Partai United Transformation Movement (UTM) malah menggambarkan penguncian yang dilakukan pemerintah adalah taktik oleh Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk menunda pemilihan presiden yang dijadwalkan 2 Juli.

“Jika mereka memiliki hasrat terhadap rakyat, mereka akan melihat apa yang harus dilakukan untuk membantu orang-orang. Ini hanya menunjukkan bahwa ini adalah demam pemilu. Mereka menggigil karena pemilihan baru,” tulis situs web Zodiak Malawi yang mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal UTM Patricia Kaliati.

“Tingkat kemiskinan di Malawi sangat tinggi. Sebagian besar orang bekerja tangan ke mulut. Orang-orang akan mati karena kelaparan dan bukan Covid-19,” katanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya