Berita

GM IPC Panjang Drajat Sulistio/RMOL Lampung

Bisnis

Digital Port, Kunci Sukses IPC Panjang Di Tengah Pandemi

SABTU, 18 APRIL 2020 | 11:22 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Di tengah badai pandemi Covid-19, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang mampu mempertahankan kinerja. Lalu lintas ekspor-impor di pelabuhan itu pada Triwulan I 2020, justru mengalami peningkatan. Apa rahasianya?

"Kuncinya adalah digital port," terang General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo kepada Kantor Berita RMOL Lampung, Jumat (17/4).

Memang, ICP Panjang telah menjadi pelabuhan berbasis digital sejak tahun lalu. IPC Panjang menerapkan berbagai aplikasi digital dalam sistem pelayanan kepada para mitra pelabuhan. Sistem tersebut terbukti mumpuni di tengah situasi pandemi saat ini.  


Di tengah pembatasan-pembatasan  untuk mencegah penyebaran Covid-19, aktivitas pelabuhan di IPC Panjang tidak begitu terpengaruh. Pelabuhan Panjang tetap mampu mencatatkan kenaikan lalu lintas kapal dalam triwulan I 2020. Kunjungan kapal naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total muatan hampir dua juta ton.

"Silahkan para mitra kami stay at home dan work from home, pelayan Pelabuhan Panjang terus berjalan 24 jam selama tujuh hari dalam sepekan," ujar Drajat Sulistyo.

Diterangkan Drajat, sejak akhir 2018, IPC Panjang telah memanfaatkan aplikasi Tempat Penimbunan Sementara berbasis online (TPS Online) di Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang.

TPS Online merupakan solusi digital untuk melakukan Pertukaran Data Elektronik (PDE) kontainer antara sistem IPC di Terminal Peti Kemas dengan sistem Bea Cukai di pelabuhan.

Pada 20 Desember 2019, IPC Panjang juga meluncurkan aplikasi Marine Operating System (MOS). Pada bulan yang sama, IPC Panjang juga telah meluncurkan sistem pembayaran dengan virtual account dan e-invoice. Dengan sistem ini, pengguna jasa tak perlu berhadapan langsung.

MOS merupakan salah satu program digitalisasi yang diiplementasikan untuk memudahkan proses perencanaan, pencatatan, dan pelaporan dan informasi pelayanan kapal untuk pengguna jasa. "Caranya dengan mengintegrasikan secara otomatis semua unsur dalam pelayanan, pemanduan dan penundaan di Pelabuhan Panjang," ujar dia.

Dengan MOS, pelanggan mendapatkan informasi pandu/kapal tunda. Pelanggan juga bisa berkomunikasi langsung dengan planner untuk penetapan pelayanan serta masih adanya potensi koreksi nota pelayanan.

"Dengan aplikasi MOS ini pelanggan mendapatkan kepastian waktu pelayanan., koreksi nota dapat diminimalisir, pelayanan secara otomatis berjalan secara online. Semua data itu terlacak dan dapat dimonitor melalui dashboard pelayanan," terang dia.

Lebih jauh Drajat mengatakan, penerapan sistem digital di IPC Panjang dalam upaya mewujudkan visi menjadi pelabuhan berkelas dunia.

"Kami menyediakan layanan yang memudahan pelanggan dalam mengirimkan barang–barang dari Provinsi Lampung," katanya.

Drajat berharap Pelabuhan Panjang akan semakin maju ke depan. Dengan demikian, Lampung juga akan makin maju dan terdepan di Pulau Sumatera.

Ia menambahkan, IPC Panjang akan terus melakukan modernisasi dan digitalisasi pada semua lini pelayanan untuk memenuhi ekspektasi pengguna jasa.

"IPC Panjang terus mendorong semua pelayanan berbasis IT," tandas dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya