Berita

Aksi Solidaritas Bersama Venezuela/Net

Dunia

Hari Aksi Dunia, Venezuela Dan Kemerdekaan Terhadap Hak-haknya

SABTU, 18 APRIL 2020 | 09:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Selama bertahun-tahun Venezuela berada dalam dominasi kekaisaran Spanyol. Kini, setelah 210 tahun berlalu, rakyat Venezuela akan memperingatinya sebagai hari 'Solidaritas bersama Venezuela' yang akan berlangsung besok, Minggu (19/4).

Hari Aksi Dunia dalam Solidaritas bersama Venezuela ini mengangkat suara rakyat Venezuela yang saat ini menjadi korban pengepungan brutal dan sanksi pidana oleh kekuatan imperialis.

Komite Solidaritas dan Perjuangan Internasional untuk Perdamaian dalam keterangan resminya menyatakan, masyarakat akan memberi dukungan kuat untuk perjuangan rakyat Venezuela dalam mempertahankan kemerdekaan ini dan menggunakan hak mereka.


Dalam aksi ini juga akan membahas soal penolakan segala upaya mencampuri urusan dalam negeri rakyat Venezuela, serta semua rencana yang disusun dari kekuatan imperialis.

"Termasuk menolak rencana pemerintah Amerika serikat dengan apa yang disebut 'Rencana Transisi untuk Venezuela' di mana sekutu Eropa dan beberapa pemerintah Amerika Selatan secara otomatis bergabung," bunyi pernyataan dalam keterangan pers Komite Solidaritas dan Perjuangan Internasional untuk Perdamaian, Dewan Perdamaian Dunia, Jumat (17/4).

Rencana ini berupaya untuk mengambil langkah eskalasi baru dari campur tangan dan tindakan agresif terhadap Venezuela, yang, dalam kerangka konjungtural pandemi global, bertujuan untuk membenarkan cara-cara meningkatkan blokade dan sanksi unilateral ilegal yang memperumit efek pandemi global. untuk rakyat Venezuela.

"Karena alasan ini, kami menyatakan bahwa mempertahankan dan memperluas tindakan pemaksaan unilateral dan ekstrateritorial merupakan kejahatan terhadap rakyat Venezuela. Kami menyerukan pencabutan segera sanksi ilegal pemerintah AS dan Eropa terhadap negara tersebut," tegas pernyataan itu.

Komite juga menuntut pengembalian sumber daya keuangan yang dimiliki oleh Republik Bolivarian Venezuela yang ditahan secara ilegal di bank-bank internasional. Dana itu akan digunakan untuk kebutuhan mendesak dalam memerangi Covid-19 dan dalam pengembangan kapasitas produktif nasional.

Komite mengingatkan orang-orang di dunia akan ancaman serius intervensi militer dan perang imperialis melawan Venezuela. Pemerintah AS ingin menyiapkan panggung internasional yang menguntungkan untuk perang di Amerika Latin dan Karibia.

"Kami menyerukan kepada orang-orang di dunia untuk menghentikan kegilaan imperialisme di Amerika Latin dan Karibia, dan untuk membela hak rakyat Venezuela atas penentuan nasib sendiri dan perdamaian," tutup pernyataan itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya