Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Trump Kritik WHO Yang Abaikan Email Dari Taiwan Tentang Penularan Covid-19 Antar Manusia

SABTU, 18 APRIL 2020 | 09:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik sikap WHO yang mengabaikan email dari Taiwan pada bulan Desember lalu. Trump mengklaim email tersebut menjadi petunjuk bahwa WHO dan China telah menyembunyikan bukti penularan virus corona dari manusia ke manusia.

Trump telah menangguhkan dana Amerika Serikat (AS) kepada organisasi kesehatan itu dan mengatakan mereka gagal mencegah pandemi Covid-19 dengan mengedarkan data China palsu tentang ruang lingkup krisis.

"Mengapa WHO Mengabaikan email dari pejabat kesehatan Taiwan pada akhir Desember yang memperingatkan mereka tentang kemungkinan virus corona dapat ditularkan di antara manusia?" isi tweet Trump pada Jumat (17/4).


“Mengapa WHO membuat beberapa klaim tentang virus corona yang tidak akurat atau menyesatkan pada Januari dan Februari, ketika Virus menyebar secara global? Mengapa WHO menunggu selama itu mengambil tindakan tegas?” tulis Trump lagi.

Hingga 14 Januari, WHO mengatakan tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia oleh virus corona.

Dalam emailnya, Taiwan mengatakan, "Sumber berita hari ini menunjukkan bahwa setidaknya tujuh kasus pneumonia atipikal dilaporkan di Wuhan, China. Otoritas kesehatan mereka menjawab kepada media bahwa kasus itu diyakini bukan SARS. Namun sampelnya masih dalam pemeriksaan, dan penderita telah diisolasi untuk perawatan."

Namun, WHO tidak setuju apakah email pada 31 Desember mereferensikan penularan dari manusia ke manusia. Email itu tidak dikonfirmasi oleh China dan WHO selama berminggu-minggu.

Email Taiwan itu dikirim pada hari yang sama ketika China memberi tahu WHO tentang penyakit misterius di Wuhan.

Diketahui, Taiwan telah diblokir dari keanggotaan WHO oleh China.

Akhirnya, WHO membalas dengan mengatakan, "Kami hanya mengetahui satu email yang tidak menyebutkan penularan dari manusia ke manusia."

AS mencatat data kasus Covid-19 terbesar di dunia, dengan lebih dari 670.000 kasus dan 33.000 kematian.

Dampak dari wabah ini membuat 22 juta orang Amerika telah kehilangan pekerjaan mereka, terutama setelah ditetapkan penutupan bisnis untuk mencegah penyebaran virus.

Koordinator Satgas Virus Corona Gedung Putih, Dr. Deborah Birx mengatakan pada konferensi pers baru-baru ini bahwa data China tentang jumlah infeksi membuat para ahli percaya bahwa virus itu kurang menular, yang mengarah pada keprihatinan yang kurang dini di kalangan pejabat kesehatan, melansir Fox News.

Taiwan, yang mengambil langkah-langkah pencegahan awal, termasuk produksi masal masker wajah, hanya memiliki 395 kasus, sesuai data Universitas Johns Hopkins.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya