Berita

Kuba/Net

Dunia

Di Tengah Pandemik, Menlu Kuba Sebut Pemerintah AS Lakukan Kejahatan Yang Tidak Bermoral

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 14:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19), pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump telah melakukan serangan tidak bermoral, baik kepada Kuba maupun komunitas internasional lainnya.

Salah satu contoh besarnya adalah dengan menyerang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang perannya sangat diperlukan untuk menangani wabah. Itu, dilakukan AS untuk mengambil keuntungan dari keadaan guna memaksa dominasinya. Selain itu, AS juga menyerang negara-negara yang memiliki perbedaan, seperti halnya Kuba.

"Alih-alih mempromosikan kerja sama dan respons kolektif, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS mencurahkan waktunya untuk mengeluarkan pernyataan mengancam yang di hadapkan dengan drama pandemik dan memutuskan untuk meminta bantuan Kuba," ujar Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla dalam sebuah pernyataan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/4).


"Para pejabat Amerika Serikat secara sadar melakukan kejahatan. Di tengah pandemik mereka menyerang kerja sama internasional Kuba, berusaha untuk menghilangkan jutaan orang dari hak asasi manusia universal mereka untuk layanan kesehatan," lanjutnya.

Ada pun pernyataan Parrilla sendiri mengacu pada kiriman bantuan kesehatan dari China yang tidak bisa dikirim ke Kuba karena pengangkut khawatir akan klaim blokade dari AS. Di mana pihak AS mengaku mengekspor obat-obatan dan peralatan medis ke Kuba.

Selama beberapa dekade, AS memang telah menerapkan blokade ekonomi yang "brutal" kepada Kuba. Padahal, di tengah pandemik, Kuba telah mandapatkan permintaan kerja sama tanpa ragu, tanpa mempertimbangkan kepentingan politik atau keuntungan ekonomi.

"Sejauh ini, 21 brigade profesional kesehatan telah dikerahkan untuk bergabung dalam upaya nasional dan lokal dari 20 negara, yang ditambahkan atau memperkuat brigade kolaborasi medis yang ada di 60 negara yang sekarang telah bergabung dalam upaya memerangi Covid 19 di negara-negara tempat mereka berada," jelasnya.

"Kami juga telah berbagi beberapa obat yang diproduksi oleh Kuba yang menurut praktik kami telah terbukti efektif dalam pencegahan atau terapi terhadap penyakit," imbuh Parrilla.

Namun, mempertimbangkan hal tersebut yang bahkan sudah diakui oleh WHO.

"Siapa pun yang memiliki kepatutan kesopanan akan memahami bahwa blokade tersebut memberikan tekanan luar biasa pada Kuba," ungkap Parrilla.

"Sudah menjadi rahasia umum dan dibuktikan secara luas bahwa blokade ekonomi adalah hambatan utama untuk pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan Kuba. Kenyataan pahit itu semata-mata karena perilaku keras kepala dan agresif dari pemerintah Amerika Serikat," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya