Berita

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom dan Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Masuk Dalam Pusaran Konflik, China Akan Menentang Segala Upaya Pelemahan WHO Oleh AS

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 12:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

. China mulai masuk dalam perseteruan antara Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai penangguhan dana kontribusi.

Setelah mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi kewajibannya kepada WHO, China kembali menegaskan dukungannya kepada organisasi kesehatan di bawah naungan PBB tersebut.

Dukungan itu disampaikan oleh perwakilan tetap China untuk PBB, Zhang Jun dalam sepucuk surat yang dikirimkannya kepada Presiden Sesi ke-74 Majelis Umum PBB, Tijjani Muhammad-Bande, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan perwakilan tetap negara-negara anggota PBB pada Kamis (16/4).


Dalam surat itu, Zhang mengatakan China telah dengan kuat mendukung PBB, khususnya WHO dalam memainkan peran utama dan mengoordinasikan kerja sama internasional untuk memerangi virus sejak wabah muncul.

"Sebagai badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk masalah kesehatan masyarakat, WHO memainkan peran penting dalam respons epidemi," tulis Zhang seperti yang dikutip CGTN.

"Di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus, WHO menjunjung tinggi sikap ilmiah, objektif, dan tidak memihak, serta memberikan panduan dan bantuan aktif kepada negara-negara di seluruh dunia, memberikan kontribusi penting bagi kerja sama internasional melawan epidemi," lanjutnya.

Zhang juga menekankan bahwa China selalu memperbarui laporan mengenai Covid-19 kepada WHO secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.

"Setelah Covid-19 pecah, China segera melaporkan kepada WHO, berbagi dengannya dan komunitas internasional (tentang) urutan genetik dan pengalaman pencegahan serta pengobatan China tanpa syarat," ungkap Zhang.

Sebelumnya, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, China telah menyumbangkan sebesar 20 juta dolar AS kepada PBB dan akan terus memberikan dukungan serta bantuannya kepada WHO sesuai dengan kamampuan China.

"China dengan tegas menentang segala upaya untuk melemahkan WHO, yang perannya sangat diperlukan pada tahap penting ini," lanjut Zhang dalam suratnya.

Lebih lanjut, Zhang juga menggarisbawahi peran aktif China untuk berkontribusi dalam tanggapan Dewan Keamanan PBB untuk pandemik, di mana China telah menunjukkan dukungannya kepada lebih dari 130 negara.

"China menyediakan pasokan medis, berbagi pengalaman, mengirim tim ahli dan membantu pengadaan komersial. Virus tidak mengenal batas atau akar. Tidak ada negara yang dapat menghalangi dirinya sendiri dari dampaknya," kata Zhang,

"Peralihan menyalahkan dan pengkambinghitaman tidak akan membantu fokus pada respons pandemik, tetapi hanya memecah komunitas internasional dan membahayakan kerja sama anti-epidemi internasional," imbuhnya.

"Kami dengan tegas menentang tindakan yang salah seperti memberi label, mempolitisasi dan menstigmatisasi, suatu posisi yang dimiliki bersama oleh komunitas internasional," pungkas Zhang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya