Berita

FBI/Net

Dunia

FBI Sebut Ada Peretas Asing Yang Targetkan Riset Perusahaan Biofarmasi AS Mengenai Covid-19

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 09:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan ada peretas pemerintah asing yang telah membobol perusahaan yang melakukan penelitian untuk Covid-19.

Dalam sebuah diskusi panel yang diselenggarakan secara online oleh Institut Aspen pada Kamis (16/4), Wakil Asisten Direktur FBI, Tonya Ugoretz mengatakan pihaknya baru-baru ini menemukan peretas yang didukung oleh suatu negara tengah mencari data dari serangkaian lembaga kesehatan dan penelitian AS.

"Kami tentu saja telah melihat kegiatan pengintaian, dan beberapa intrusi, ke dalam beberapa lembaga tersebut, terutama yang secara publik mengidentifikasi diri mereka sendiri sedang mengerjakan penelitian terkait Covid-19," katanya seperti dimuat Reuters.


Ugoretz mengatakan, memang masuk akal bagi suatu lembaga untuk mengumumkan kepada publik mengenai vaksin potensial untuk Covid-19, namun hal tersebut justru bisa menjadi bumerang.

"Sisi buruknya adalah bahwa hal itu membuat mereka menjadi tanda bagi negara-bangsa lain yang tertarik untuk mengumpulkan detail tentang apa yang sebenarnya mereka lakukan dan bahkan mungkin mencuri informasi hak milik yang dimiliki lembaga-lembaga itu," ungkap Ugoretz.

Ia mengungkapkan, akhir-akhir ini di masa krisis, peretas yang didukung oleh negara kerap menargetkan industri biofarmasi.

Kendati begitu, Ugoretz tidak menyebutkan nama negara atau perusahaan yang ditargetkan tersebut.

Seperti halnya Ugoretz, Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional, Bill Evanina mengatakan, organisasi penelitian medis harus berwaspada akan adanya ancaman peretasan dan pencurian informasi di saat wabah seperti sekarang.

"Organisasi penelitian medis dan mereka yang bekerja di sana harus waspada terhadap pelaku ancaman yang berusaha mencuri kekayaan intelektual atau data sensitif lainnya yang terkait dengan respons Amerika terhadap pandemik Covid-19," kata Evanina.

"Sekarang adalah waktunya untuk melindungi penelitian kritis yang sedang anda lakukan," imbuhnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya