Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Sebut Nancy Pelosi Bertanggung Jawab Atas Banyaknya Kematian Akibat Covid-19 Di AS, Ini Alasannya

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyalahkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Nancy Pelosi atas banyaknya korban yang berjatuhan akibat terinfeksi virus corona baru (Covid-19).

Dalam akun Twitternya, @realDonaldTrump, ia mengunggah sebuah video di mana Pelosi melakukan kunjungan ke Chinatown, San Framscisco, California.

Di video tersebut, Pelosi mengajak orang-orang untuk tidak perlu mengkhawatirkan wabah corona dan mengajak mereka untuk datang ke Chinatown.


"Semuanya baik-baik saja di sini. Datanglah, karena tindakan pencegahan sudah dilakukan. Kondisi terkendali," ujar Pelosi kepada wartawan yang tampak berkerumun.

"Kami ingin mengatakan kepada orang-orang, datang ke Chinatown. Kami waspada, aman, dan bergabunglah bersama kami," lanjutnya.

Tampaknya, video yang diketahui diambil pada 24 Februari tersebut dikatakan Trump telah dihapus dari akun Twitter politisi Demokrat tersebut. Atas adanya video tersebut, Trump lalu menyalahkan Pelosi yang bukannya menjaga warga AS untuk tetap tinggal di rumah, namun mengajak mereka untuk berbondong-bondong mendatangi Chinatown.

"Crazy Nancy Pelosi menghapus ini dari akun Twitter-nya. Dia ingin semua orang masuk ke Chinatown jauh setelah saya menutup PERBATASAN KE CHINA," cuitnya pada Kamis (16/4).

"Berdasarkan pernyataannya, dia bertanggung jawab atas banyak kematian. Dia adalah politisi kelas tiga yang tidak kompeten!" tegas Trump.

Hingga saat ini, Jumat (17/4), virus corona baru telah menginfeksi lebih dari 670 ribu orang di AS dengan lebih dari 34 ribu orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya