Berita

Komite Pedagang Pasar bagi-bagi masker gratis kepada para pedagang pasar tradisional/Istimewa

Nusantara

Bagikan Ribuan Masker Ke Pedagang Dan Pembeli, Ketum KPP: Semoga Bermanfaat

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 19:43 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri dalam memerangi wabah Covid-19 membuat Komite Pedagang Pasar (KPP) bergerak menyosialisasikan pedagang dan warga soal pentingnya penggunaan masker.

"Kami menyosialisasikan pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan APD/masker untuk meredam wabah Covid-19 dengan cara bergerak masif, kami bagikan masker gratis ke pedagang dan keliling rumah ke rumah masyarakat sekitar pasar tradisional," kata Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsyad, Minggu (12/4).

Dalam kesempatan itu, ribuan masker yang dibagikan adalah produksi para pedagang pasar secara swadaya dan didistribusikan gratis ke pedagang dan masyarakat di pasar tradisional.


"Seribu masker kami bagikan kepada pedagang dan masyarakat di pasar tradisional. Kami akan terus produksi masker lagi dan terus bagikan ke pedagang dan masyarakat. Kami juga memohon kepedulian pedagang seluruh Indonesia dan masyarakat untuk saling membantu semampunya, bisa membagikan masker ke sesama pedagang dan warga sekitarnya," katanya.

Rosyid juga mengimbau kepada pedagang dan masyarakat yang setiap hari berada di pasar tradisional untuk terus mematuhi imbauan pemerintah pusat dan Presiden RI untuk meminimalisir keluar rumah. Jika harus dilakukan, maka penggunaan masker wajib dilakkan.

"Mari bersama-sama bantu Pak Jokowi dan pemerintah pusat dalam menghentikan penyebaran virus corona di Indonesia dengan kesadaran pedagang se-Indonesia dan masyarakat untuk memakai masker dan saling mengingatkan tetangga rumah serta bisa membagikan gratis masker. Jika semuanya bergerak memakai masker dan membagikan masker gratis, kami yakin pandemik Covid-19 di Indonesia akan segera berakhir," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya