Berita

Achmad Yurianto (kanan)/Net

Kesehatan

PANDEMIK COVID-19

Kenapa 3 Hari Ini Terjadi Lonjakan, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah Achmad Yurianto

JUMAT, 10 APRIL 2020 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 dalam tiga hari ini.

Dalam jumpa pers update data penanganan Covid-19 sore ini, Achmad Yurianto mengaku bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi atas permasalahan tersebut.

"Beberapa hari yang lalu kita melakukan evaluasi terkait pertambahan jumlah kasus baru. Ada satu hal yang harus kita pahami, bahwa Covid-19 ini memiliki masa inkubasi yang terlama disebutkan 14 hari," ungkap Achmad Yurianto, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (10/4).


Namun, lanjutnya, data yang dimiliki pemerintah berbeda dengan nilai rata-rata inkubasi yang terjadi di negara lain. Dimana, masa inkubasi atau masa penularan Covid-19 di Indonesia lebih cepat.

"Rata-rata pada kisaran 5 sampai 6 hari. Artinya, kasus positif yang kita dapatkan hari ini pun itu sebenarnya adalah kasus yang terinfeksi 5-6 hari yang lalu," sebut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan ini.

"Oleh karena itu, penambahan kasus hari demi hari menggambarkan, mempresentasikan di 5 sampai 6 hari yang lalu," demikian Achmad Yurianto.

Berdasarkan data yang tercatat hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 219 orang. Sehingga, total kasus yang susah dirawat adalah sebanyak 3.512 kasus.

Disamping itu, ada pula tambahan 30 kasus sembuh, sehingga totalnya menjadi 282 kasus. Kemudian, untuk kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak26 kasus, sehingga totalnya menjadi 306 kasus.

Kamis kemarin, kasus positif bertambah 337 kasus, dan hari sebelumnya Rabu bertambah sebanyak 218 kasus.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya