Berita

Komite Pedagang Pasar jual gula ke rumah warga/Istimewa

Bisnis

Hindari Corona, Komite Pedagang Pasar Gandeng Bulog Dan Jual Gula Ke Rumah Warga

SENIN, 06 APRIL 2020 | 03:59 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Sejak beberapa waktu lalu, gula pasir mengalami kelangkaan dan kenaikan yang signifikan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok terutama gula, Komite Pedagang Pasar (KPP) menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan operasi pasar gula ke permukiman warga.

"Untuk hari ini kami turun langsung khususnya warga Jakarta Timur, untuk membantu mereka dengan melakukan operasi penjualan bahan pokok khusus gula, langsung keliling rumah ke rumah warga," kata Ketua Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad, Minggu (5/4).


Rosyid menjelaskan, dalam operasi stabilkan harga bahan pokok tersebut, gula sebanyak 50 ton yang dijual senilai Rp 12 ribu perkilo, penjualannya keliling rumah ke rumah warga. Pihaknya pun akan menyiapkan ratusan ribu ton ke setiap kecamatan dan kelurahan yang ada di wilayah Jabodetabek, dan untuk pemesanan dan pengirimannya akan di koordinir pengurus RW dan RT.

Saat ini masih tahap awal berjalan operasi penjualan bahan pokok keliling dari rumah ke rumah.

"Operasi bahan pokok ini akan kami lakukan keliling ke rumah rumah warga tiap tiap kecamatan, kelurahan/desa dan pasar pasar yang ada di wilayah Jabodetabek," jelas Rosyid.

Lebih lanjut, Rosyid juga menuturkan dalam situasi pandemik Covid-19 ini, pihaknya  bersama tim memiliki inisiatif untuk langsung dor too dor ke rumah-rumah warga dalam memasarkan gula tersebut dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok.

"Ini kami lakukan agar kegiatan yang kami lakukan tidak membuat titik kumpul atau kerumunan warga guna menghindari corona," tutupnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya