Berita

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Ancaman Jubir Luhut Justru Timbulkan Efek Pantul Cermin Yang Untungkan Said Didu

MINGGU, 05 APRIL 2020 | 06:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perdebatan antara Jurubicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi dengan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu tidak akan menguntungkan bagi Kemenko Marves dan sang menteri.

Begitu ujar pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing kepada redaksi, Minggu (5/4).

Baginya, dari sisi opini, apa yang disampaikan oleh jubir ke ruang publik justru menimbulkan "efek pantul cermin" dan berpotensi menguntungkan Said Didu.


Reaksi dari Jodi Mahardi, sambung Emrus, menunjukkan bahwa dia belum piawai mengelola komunikasi di Kemenko Marves. Jika jubir ini lulusan sarjana komunikasi, seharusnya pelajaran penanganan seperti ini sudah diberikan pada matakuliah manajemen public relations.

“Memang bisa kemungkinan lain. Seorang pimpinan di suatu institusi tidak menciptakan suasana memungkinkan bawahan berani berbeda pendapat demi tujuan lebih baik,” ujarnya.

Setidaknya ada dua hal utama yang seharusnya dilakukan jubir Luhut tersebut. Pertama, memberi masukan kepada menterinya agar dalam pada situasi negara sedang fokus menangani Covid-19, jubir tidak perlu menyampaikan ke ruang publik tuntutan Said Didu minta maaf dan tidak perlu harus melalui proses hukum.

Jika ide untuk minta maaf dan atau menempuh jalur hukum dari menterinya, justru jubir harus berani berbeda pendapat dengan menterinya demi tujuan yang lebih besar. Karena itu,  jubir  harus berperan sebagai "konsultan" komunikasi bagi pimpinannya (Menko Marves).

“Jadi jubir tidak boleh seperti pesuruh yang selalu mengucapkan dan atau berperilaku "ada perintah" apalagi APS (asal pimpinan senang). Bila perilaku jubir seperti itu sama saja menjerumuskan pimpinan di ruang publik,” tegasnya.

Kedua, seharusnya Jodi Mahardi mengemukakan kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh Said Didu akan dipelajari terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh dan kajian mendalam. Di satu sisi dia harus mengatakan belum dapat kami menyampaikan sekarang karena masih memusatkan pikiran dan tenaga untuk menghentikan penyebaran dan penaganan akibat Covid-19.

“Sembari mengakhiri pembicaraan dengan mengucapkan,  "tolong sampaikan salam hormat saya buat Said Didu,“,” tegasnya.

Jodi Mahardi sebelumnya menguraikan bahwa pihaknya akan memidanakan Said Didu. Tuntutan dan ancaman pihak Luhut dilatarbelakangi komentar Said Didu dalam sebuah video di YouTube berjudul “MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG”.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," katanya kepada wartawan, Jumat lalu (3/4).

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya