Berita

Tangkapan Layar Puisi Yang Ditulis Tangguh, Bocah SD/Net

Nusantara

Puisi Virus Corona Dari Anak SD Bikin Ridwan Kamil Tersentuh: Kita Tidak Boleh Menyerah

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 16:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tak disangka, seorang bocah 7 tahun yang duduk di bangku SD bisa mengungkapkan kedalaman perasaannya akan wabah virus corona.

Ia menggambarkan betapa hidup semua orang berubah ketika virus ini datang. Para orang tua tidak bisa bekarja, anak-anak tidak bisa sekolah, bahkan tidak bisa lagi jalan-jalan.

Bocah bernama Tangguh Langit ini pun mengajak semua orang bersatu dan tidak boleh menyerah.


Semua itu ia ungkapkan dalam bentuk puisi yang ditulis dengan tangan pada sebuah buku. Walau tulisannya berantakan, tetapi kita masih bisa membacanya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengapresiasi tulisan Tangguh. Tulisn itu ia posting di akun Instagram, Kamis (2/4), lengkap dengan foto tulisan tangan Tangguh.

Ridwan Kamil tidak menjelaskan bagaimana ia mendapatkan puisi tersebut, dan di mana Tangguh bersekolah.

Berikut petikan tulisan puisi dari Tangguh Langit Mahajuna, yang diposing Ridwan Kamil.

PUISI PENYEMANGAT DARI ANAK SD.

“Waktu tahun 2019, kita nyaman.

Dan 2018, kita nyaman.

Tapi sekarang susah.
Semua dewasa tidak bisa kerja.
Dan semua anak tidak boleh sekolah.

Sekarang tidak boleh jalan-jalan, tidak boleh bersentuh.
Dan kalau salam tidak boleh dekat. .

Tapi kita tidak boleh menyerah.
Kita tidak boleh putus asa.

Untuk negara kita Indonesia.

Kita harus bergabung, untuk berlindung dari virus corona (corona virus)."

Oleh Tangguh Langit Mahajuna (7 tahun).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya