Berita

Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Gara-gara Virus Corona, Aung San Suu Kyi Bikin Akun Facebook

KAMIS, 02 APRIL 2020 | 00:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus corona atau Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemi global, tidak terkecuali di Myanmar, membuat pemimpin de facto negara tersebut, Aung San Suu Kyi membuat akun Facebook resmi.

Suu Kyi yang jabatan resminya adalah penasihat negara itu diketahui tidak memiliki akun Facebook sejak menjabat pada tahun 2016 lalu. Dia lebih banyak berkomunikasi kepada warganya melalui pernyataan formal dan pertemuan publik.

Suu Kyi juga bahkan dikenal jarang memberikan konferensi pers atau wawancara.


Namun kini Suu Kyi terjun ke sosial media Facebook untuk menjalin komunikasi dengan warganya.

"Saya tidak punya keinginan untuk bergabung dengan Facebook pada awalnya," tulis Suu Kyi dalam unggahan pertamanya di Facebook, yang dengan cepat diverifikasi dengan tanda centang biru untuk menunjukkannya bahwa itu adalah akun resmi.

"Dalam keadaan saat ini, (sosial media) dibuat untuk berkomunikasi dengan orang lebih cepat dan lebih efisien terkait dengan tantangan Covid-19," sambungnya, seperti dimuat Reuters.

Di Myanmar sejauh ini telah ada 15 kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi dan satu kematian.

Kementerian Kesehatan Myanmar telah memperingatkan bahwa mungkin akan ada gelombang besar infeksi virus corona setelah puluhan ribu pekerja migran kembali dari negara tetangga Thailand.

Di tengah wabah virus corona, Suu Kyi tampak lebih aktif berinteraksi dengan warganya. Baru-baru ini, wanita 74 tahun itu juga muncul dalam sebuah video di media pemerintah, mencuci tangannya dan memerintahkan orang lain untuk melakukan hal yang sama untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Untuk diketahui bahwa bagi warga Myanmar, Facebook adalah sarana terpenting untuk berbagi informasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya