Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Rouhani: Di Tengah Wabah Corona, AS Lewatkan Kesempatan Bersejarah

RABU, 01 APRIL 2020 | 23:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat telah melewatkan kesempatan bersejarah untuk mencabut sanksi terhadap Iran di tengah virus corona yang menjadi pandemi global saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (1/4).

"Amerika Serikat kehilangan kesempatan terbaik untuk mencabut sanksi," kata Rouhani dalam pertemuan kabinet yang disiarkan televisi Iran.


"Itu adalah kesempatan besar bagi orang Amerika untuk meminta maaf dan untuk mengangkat sanksi yang tidak adil dan tidak adil terhadap Iran," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Meski demikian, Rouhani menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat perjuangan Iran melawan virus corona.

"Orang Amerika bisa menggunakan kesempatan ini dan mengatakan kepada bangsa Iran bahwa mereka tidak menentang mereka," kata Rouhani.

"Permusuhan mereka (terhadap Iran) jelas," tegasnya.

Pernyataan Rouhani sendiri dibuat selang ebebrapa waktu setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengemukakan kemungkinan bahwa Washington dapat mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran dan negara-negara lain untuk membantu memerangi pandemi.

Namun, Pompeo tidak memberikan tanda konkret bahwa pihaknya berencana untuk melakukannya.

Virus corona sendiri diketahui telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di Iran dengan infeksi yang dikonfirmasi hampir mencapai 48.000. Jumlah ini menjadikan Iran sebagai salah satu negara yang paling terpukul akibat virus corona di kawasan Timur Tengah.

Hal itu membuat China dan juga PBB mendesak Amerika Serikat agar mengurangi sanksi terhadap Iran agar bantuan bisa segera masuk ke Iran demi memerangi virus corona.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya