Berita

Arief Poyuono bersama Almh. Ibu Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda Presiden Joko Widodo, dalam sebuah kesempatan/Ist

Bisnis

Sri Mulyani Telah Jelaskan Skenario Terburuk, Kata Arief Poyuono Sebaiknya Dia Mundur

RABU, 01 APRIL 2020 | 21:18 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Entah apa yang diinginkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono tak habis pikir.

Pernyataan Sri Mulyani mengenai skenario terburuk yang dihadapi Indonsia gara-gara wabah virus corona baru atau Covid-19 dari Wuhan, Hubei, Repubik Rakyat China, dinilai Arief Poyuono membuat situasi tambah runyam.

“Sri Mulyai menetapkan skenario terburuk nilai kurs rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 20 ribu per doalr AS akibat Corona. Ini justru membuat panik pasar dan investor,” ujar Arief Poyuono dalam perbincangan dengan redaksi.


Pernyataan yang disampaikan Sri Mulyani dalam teleconference siang tadi (Rabu, 1/4) memperlihatkan kegagalan tim ekonomi presiden Joko Widodo mempersiapkan fundamental ekonomi yang kokoh, yang anti teror.

“Nah, kalau sudah prediksi sebesar Rp 20 ribu per dolar AS, sebaiknya sih sudah jelas ya kalau kinerja perekonomian Joko Widodo selama ini cuma fatamorgana alias tidak kebal virus krisis nih,” sambungnya lagi.

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan Sri Mulyani untuk memperbaiki keadaan?

“Nah ayo kalau profesional sih mestinya SMI mundur loh,” demikian Arief Poyuono yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya