Berita

Media Australia/Net

Dunia

Virus Corona Bikin Pengiklan Lari, 60 Media Australia Terjungkal Tidak Cetak Lagi

RABU, 01 APRIL 2020 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Virus corona akhirnya menerjang dunia media di Australia.
Grup media unggulan Australia News Corp terpaksa menghentikan edisi cetak surat kabar regional.  Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 60 surat kabar.

Pengumuman itu disiarkan hari ini. News Corp mengalami pukulan dengan penurunan iklan yang sangat siginifikan di tengah wabah virus corona.

Saat mengumumkan penghentian cetak, News Corp menyatakan, surat-surat kabar di negara bagian New South Wales, Victoria, Queensland, dan Australia Selatan itu akan beralih ke online.

Saat mengumumkan penghentian cetak, News Corp menyatakan, surat-surat kabar di negara bagian New South Wales, Victoria, Queensland, dan Australia Selatan itu akan beralih ke online.

Keputusan itu tentu tidak mudah mengingat sejauh ini media-media itu telah menempati hati masyarakat di sana.

"Krisis virus corona telah menciptakan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kami melakukan semua yang kami bisa untuk mempertahankan pekerja sebanyak mungkin, ini tidak mudah," ujar Australasia Executive Chairman News Corp, Michael Miller, melansir AFP, Rabu (1/4).

Penurunan iklan diduga karena dilatarbelakangi oleh peraturan pembatasan negara itu. Karantina yang diberlakukan membuat banyak usaha harus tutup, begitu juga restoran dan real estate, padahal biasanya klien-klien itulah yang kerap memasangkan iklannya.  

Sebelumnya, menyadari akan dampak pandemi ini, sebagian media  Australia telah bergeser untuk fokus ke konten online. Namun begitu, penghentian cetak tetap sja mengejutkan.

Pengumuman ini mengikuti serangkaian pengumuman penutupan media Australia, termasuk wire nasional AAP, yang akan berhenti beroperasi akhir tahun ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya