Berita

Bill Gates/Net

Dunia

Bill Gates: Cahaya Belum Akan Ada Di Akhir Terowongan, Amerika Harus Ditutup Total!

RABU, 01 APRIL 2020 | 06:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus virus corona yang semakin tinggi di Amerika membuat kecemasan warga pun menjadi tinggi. Bos Microsoft, Bill Gates, mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) agar segera melakukan upaya lockdown.

Hingga Selasa (31/3), angka kasus virus corona di AS tembus hingga lebih dari 164 ribu. Sementara angka kematian telah mencapai lebih dari 3 ribu.

Menurut Bill Gates tidak ada cara lain, Amerika harus ditutup total.
Sejauh ini, hanya beberapa negara bagian AS yang melakukan lockdown. Hal itu tidak efektif. Bill menyoroti China yang berhasil dengan upaya lockdownnya.

Sejauh ini, hanya beberapa negara bagian AS yang melakukan lockdown. Hal itu tidak efektif. Bill menyoroti China yang berhasil dengan upaya lockdownnya.

"China shutdown dengan serius selama enam minggu.  Lebih ekstrem dibanding negara bagian AS, tapi mereka bisa membuka diri kembali dan angka total kasus menjadi sangat-sangat kecil," ujarnya dalam tayangan wawancara bersama CNN, Selasa (31/3).

Lockdown yang dilakukan New York atau California tidak menjadi efektif karena tidak dilakukan secara total ke seluruh Amerika, katanya. Sementara tes cepat massal atau rapid test dianggap bukan solusi.

Sebelum benar-benar terjadi angka kematian yang besar, sebaiknya AS segera ditutup. Meski angka penderita berbeda jauh antara wilayah satu dengan wilayah lainnya, bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan shutdown menyeluruh.

“Makin cepat Amerika melakukannya, makin baik. Kita memasuki periode berat. Lakukanlah penutupan dengan serius agar bisa menangani masalah kesehatan ini,” keluh Bill.

Mengenai keputusan Presiden Donald Trump untuk membuka lockdown pada bulan April tidak memungkinkan.

"Kita masih buta pada banyak kasus corona. Cahaya belum akan ada di akhir terowongan untuk membuka kembali (lockdown) pada pertengahan April," ujar Bill.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya