Berita

Petugas keamanan mengawasi pergerakan warga/Net

Dunia

Tembak Mati Pelanggar Lockdown, Petugas Polisi Ditangkap

SELASA, 31 MARET 2020 | 11:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang petugas polisi di Afrika Selatan membunuh seorang pria yang melanggar aturan karantina untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona baru atau Covis-19.

Seorang polisi yang berpartroli di Vooslorus, Johannesburg bagian timur melakukan pengintaian pada seorang lelaki dari bar ke sebuah rumah pada Minggu (29/3).

Karena telah melanggar aturan karantina, pria tesebut kemudian di tembak ketika berada di beranda rumahnya.


"Diduga korban diikuti ke berandanya, di mana ia ditembak secara fatal," demikian bunyi keterangan tertulis dari Direktorat Inversitasi Polisi Independen seperti yang dikutip SCMP.

Dalam insiden tersebut, tiga orang anak yang berusia 5 hingga 11 tahun juga ikut terluka.

Saat ini petugas polisi tersebut telah ditangkap dan pihak kepolisian tengah melakukan investigasi pada Senin (30/3).

Ada pun penangkapan petugas polisi tersebut dilakukan setelah Menteri Pertahanan Nosiviwe Mapisa-Nqakula mengutuk adanya penyalahgunaan kekuatan untuk memberlakukan lockdown yang dilakukan oleh petugas polisi.

Di media sosial, muncul video yang menjukkan para pasukan keamanan mengharuskan warga sipil berjongkok atau berguling-guling karena melanggar aturan pembatasan.

"Aku bilang aku mengutuk itu. Kami tidak akan membiarkan itu berlanjut,” katanya.

"Instruksi yang saya berikan adalah bahwa jika terbukti bahwa seorang prajurit tertentu telah melakukannya, prajurit itu harus ditarik dari tempat penempatan dan harus kembali ke pangkalan," lanjutnya.

Sejak lockdown diumumkan oleh Presiden Cyril Ramaphosa pada pekan lalu, ada 3.000 tentara yang kerahkan untuk membantu polisi untuk mengawasi pergerakan warga selama 21 hari.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya