Berita

Aksi penyemprotan disinfektan pada para migran/Net

Dunia

Aksi Penyemprotan Disinfektan Pada Migran Di India Picu Amarah Warga Net

SELASA, 31 MARET 2020 | 09:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi petugas kesehatan di India dengan menyemprotkan disinfektan pada sekelompok pekerja migran memicu kegeraman di media sosial.

Senin (30/3), petugas kesehatan India melakukan aksi penyemprotan disinfektan kepada sekelompok pekerja migran yang duduk di suatu jalan di Bareilly, distrik bagian utara Uttar Pradesh.

Foto dan video insiden tersebut pun tersebar di media sosial.


Petugas kesehatan mengaku khawatir akan risiko penyebaran virus corona baru atau Covid-19 dari pergerakan secara besar-besaran dari kota ke desa.

Menanggapi insiden tersebut, pejabat setempat, Nitish Kumar mengatakan para petugas kesehatan sebenarnya hanya diperintahkan untuk mendisinfeksi bus-bus yang digunakan oleh pihak berwenang setempat.

Namun pada gilirannya, mereka justru mengarahkan selang pemadam kebarakan yang berisi cairan disinfekan kepada para pekerja migran.

"Saya telah meminta tindakan untuk diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab atas ini," kata Kumar seperti dimuat CNA.

India sendiri sejak 25 Maret telah melakukan lockdown nasional. Alhasil, ribuan pekerja melarikan diri dari kota ke desa tempat mereka berasal.

Beberapa bahkan terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer karena tidak ada transportasi umum.

Menurut data dari Johns Hopkins pada Selasa (31/3), India memiliki jumlah infeksi sebanyak 1.251 kasus dengan 32 orang di antaranya meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya