Berita

Presiden Brazil Bolsonaro/Net

Dunia

Presiden Brasil Bikin Ulah, Twitter Hapus Postingannya

SENIN, 30 MARET 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Brasil Jair Bolsonaro terpaksa berurusan dengan Twitter. Dia dianggap melanggar aturan bermedia sosial, sehingga Twitter menghapus dua postingannya pada Minggu (29/3).

Menurut Twitter, perusahaan baru-baru ini memperluas aturan global tentang konten yang bertentangan dengan informasi kesehatan yang bisa membahayakan orang lain karena membuka risiko penularan Covid-19.

Di saat semua orang berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan cara menjaga jarak aman atau physical (social) distancing, Bolsonaro malah mempertontonkan ia sedang berkumpul dengan para pendukungnya di jalan-jalan Kota Brasilia.


Bolsonaro juga mengejek kebijakan lockdown, dan malah mendesak warga untuk tetap menjalankan roda perekonomian.

"Saya mendengar apa yang orang-orang inginkan, bahwa mereka ingin tetap bekerja. Sejak awal saya mengatakan, kita akan berhati-hati. Warga berusia di atas 65 tahun tetap tinggal di rumah,” kata Bolsonaro.

Salah seorang warga yang merupakan pedagang yang ditemui Bolsonaro berkata, "Kita tidak bisa tinggal diam. Yang mengkhawatirkan adalah, Anda tidak meninggal karena penyakit ini, tetapi Anda akan mati kelaparan.”

Bolosnaro pun menyahut, "Anda tidak akan mati.”

Tidak hanya itu, Bolsonaro nampak dikelilingi kerumunan kecil saat dia berjalan di jalanan ibu kota. Tidak ada upaya untuk dia menjaga jarak dengan orang-orang itu.

Bolsonaro agaknya menganggap virus corona bukan sesuatu yang menakutkan, dan hanya sebagai flu biasa.

Bahkan ia menganjurkan pembukaan kembali sekolah-sekolah dan toko-toko.

Menurutnya, isolasi mandiri hanya perlu dilakukan oleh kalangan berusia di atas 60-an.

Akhirnya dua postingan Bolsonaro itu dihapus. Twitter memberikan pejelasan alasan penghapusan itu.

Menteri Kesehatan Brasil, Luiz Henrique Mandetta, menyoroti pentingnya lockdown sebagai cara efektif dalam memerangi Covid-19. Hal yang amat bertentangan dengan sikap presidennya, Bolsonaro.

Padahal angka kematian di Brasil terbilang cukup mengkhawatirkan.  Data terbaru menunjukkan, virus corona telah menginfeksi 3.904 warga Brasil, sebanyak 114 di antaranya meninggal.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya