Berita

Bupati Wonogiri Joko Sutopo/Net

Kesehatan

Wonogiri Larang Warga Dirikan Posko Covid-19 Tanpa Petugas Medis

SENIN, 30 MARET 2020 | 00:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bupati Wonogiri Joko Sutopo melarang pendirian Posko Covid-19 di wilayahnya. Pasalnya, posko yang dibangun tidak dilengkapi dengan standar medis.

Dikatakan Joko Sutopo, pelarangan itu dikarenakan posko yang didirikan warga hanya berupa bilik penyemprotan disinfektan tanpa ada petugas medisnya.

"Sehingga justru rawan terhadap penyebaran virus. Sebab disitu akan muncul antrian orang yang akan masuk bilik," ujar Joko Sutopo dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (29/3).


Dia menyarankan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Jika ada gejala penularan Covid-19 untuk memeriksakan diri ke Puskesmas.

"Peran serta warga adalah mengawasi tetangganya yang datang dari rantau. Silahkan diarahkan untuk cek kesehatan ke Puskesmas bila didapati batuk, panas dan sesak nafas," jelasnya.

Joko Sutopo menegaskan, dia juga tidak sependapat bila ada warga yang memblokir jalan di lingkungan tempat tinggal dengan alasan isolasi wilayah atau lockdown

"Saya tidak sepakat ada jalan yang ditutup dengan alasan untuk lockdown," tegasnya.

Menurutnya, saat ini yang dilawan adalah virus yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

"Kalau ada binatang buas yang lepas dari kandang, silahkan saja ada penutupan jalan agar hewan tidak masuk kawasan penduduk. Lha ini itu yang diperangi virus," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya