Berita

Suasana di Pyongyang/RMOL

Dunia

Belum Ada Penderita Covid-19 Di Korea Utara, Begini Ceritanya

SENIN, 30 MARET 2020 | 00:30 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sejauh ini belum ada kasus virus corona baru atau Covid-19 yang ditemukan di Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara.

Kunci penanganan penyebaran Covid-19 yang dilakukan Korea Utara adalah keputusan cepat dan tegas untuk menutup perbatasan negara itu.

Menurut Dutabesar Korea Utara, An Kwang Il, pemerintah menutup perbatasan negara itu pada 22 Januari, di hari yang sama ketika pemerintah Republik Rakyat China memutuskan menutup Wuhan di Provinsi Hubei yang menjadi lokasi awal penyebaran Covid-19.


“Sejak awal kami menganggap kasus ini sangat serius. Virus corona disebutkan menular dari manusia ke manusia, dan anti virus untuk menangkalnya belum ditemukan. Cara paling efektif yang harus dilakukan adalah mencegah penyebaran dari awal,” ujar Dubes Korea Utara An Kwang Il dalam perbincangan dengan redaksi hari Jumat (27/3).

Ketika perbatasan ditutup Dubes An masih berada di Pyongyang. Selama tujuh hari setelah itu menjadi semacam masa transisi yang dimanfaatkan oleh warganegara Korea Utara untuk kembali ke tanah air, dan warganegara asing untuk meninggalkan Korea Utara.

Pada “masa transisi” itu orang yang masuk ke Pyongyang dikarantina selama 15 hari.

Karena harus kembali ke tempat tugasnya di Jakarta, Dubes An meninggalkan Pyongyang dengan pesawat terakhir menuju Beijing, China, pada tanggal 1 Februari.

Setelah bermalam, dia melanjutkan penerbangan ke Indonesia dan tiba di Jakarta pada 3 Februari, dua hari sebelum pemerintah Indonesia menutup penerbangan dari China.

Awalnya, tidak sedikit negara asing yang mengecam sikap tegas Korea Utara dan menganggapnya berlebihan.

“Pemerintah Korea Utara menjelaskan kepada mereka yang mengeluh bahwa pemerintah Korea Utara menganggap jiwa rakyat lebih penting dari apapun,” ujar Dubes An.

Dubes An sangat prihatin melihat apa yang sekarang terjadi di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

“Negara-negara Eropa pernah mengkritik kami mengancam HAM (karena mengambil tindakan tegas menutup perbatasan). Tetapi kalau kita lihat apa yang terjadi sekarang, tindakan yang serius (yang kami ambil) itu lebih baik daripada kami tidak mengambil tindakan apapun. Kami anggap tindakan yang kami ambil adalah metode yang benar untuk menjaga HAM,” ujar Dubes An lagi.

Pemerintah Korea Utara, sebutnya lagi, tidak mau menepuk dada. Walau sekarang belum ditemukan, namun kemungkinan masih tetap ada. Itu sebabnya pemerintah mewajibkan warga mengenakan masker di luar rumah, termasuk di dalam mobil.

Selain itu, physical distancing seperti yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga diawasi secara ketat.

Peluncuran Rudal di Tengah Pandemi Covid-19

Dubes An juga menjelaskan uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara beberapa waktu belakangan ini. Dubes An mengatakan, peluncuran rudal itu adalah bagian dari latihan militer rutin.

“Tidak ada maksud lain kecuali memastikan kesiapan pertahanan negara dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Sebenarnya, latihan militer rutin juga dilakukan oleh negara-negara lain, termasuk yang sering mengkritik dan mengambil tindakan bermusuhan terhadap Korea Utara

Namun, entah bagaimana, latihan yang dilakukan negara-negara itu tidak mendapatkan perhatian seperti perhatian yang didapatkan setiap kali Korea Utara menggelar latihan militer rutin.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya