Berita

Ilustrasi penanganan corona/Net

Publika

Import Dokter Dari Kuba

MINGGU, 29 MARET 2020 | 19:55 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SETENGAH juta manusia sakit kena Covid-19. Italia tembus 10 ribu tewas. Spanyol 6000. Amerika, Perancis, Iran merayap di angka 2000. Inggris meloncat: 1000+ orang tewas.

Baru kemarin Presiden Donald Trump berkata akan re-open the country. Terutama medium risk state. Sehingga orang bisa kerja lagi. Restart the economy. Hari ini, dia bilang berencana akan memutus transportasi New York, New Jersey dan Connecticut. "Short term quaratine" istilahnya Trump.

Gubernur New York Andrew Mark Cuomo ngga sepakat. Baginya itu ilegal. Akan menghancurkan ekonomi. Berdampak sistemik. Trump's travel restriction sama dengan "geographically confining people". Artinya: Wuhan Lockdown.


Di Indonesia terbalik. Presidennya memikirkan the whole nation & semua sektor. Walikota Tegal sok nge-lockdown wilayah. Baru dua hari, emak-emak sudah kelaparan dan marah-marah.

Detik.com menurunkan berita "Total Lockdown India berujung Kacau". Ribuan orang panik. Berduyun-duyun pulkam. Berhimpit. Berjubel. Physical distancing enggak berlaku. Netizen riuh. Indian future Mass grave. Ada yang nyeletuk, "Efek Kejut Anies sampai ke India".

Wuhan-Lockdown berhasil karena totalitarian system. Tangan besi. Selain pasokan makan & rasa aman, para provokator dihabisin. Serangan terhadap pemerintah atas nama kritik tidak berlaku. Dihantam sampai lumat.

Amerika dengan freedom of speech tidak bisa lakukan itu. India juga. Hoax dan disinformasi media sosial trigger aliran massa. India dalam bahaya.

Di situasi Invisible War seperti Wuhan outbreaks, tampaknya Pemerintah China mengadopsi filosofi Thomas Hobbes: homo sapiens is extremely violence. All agaisnt all. Pada dasarnya manusia itu jahat.

Menyebar hoax, kepanikan, hatred & berencana menciptakan chaoz untuk menggulingkan pemerintah di tengah musibah nasional adalah tindakan penghianatan dan unpatriotic. Masuk kategori subversive.

Di seantero dunia ada dua kubu; negative dan positive.

Kubu negative menakutkan dooms day scenario. Sugesti kelam adalah stressor yang menghancurkan immune systems B&T cells. Jika bukan coronavirus, overfear akan membunuhnya.

Kubu positive berdasarkan data. Jumlah orang sembuh 142,427 (82%) dan yang tewas 30,892 (18%). Jadi chance sembuh masih lebih besar.

Mereka berharap Covid-19 akan lenyap, minimal laten seperti influenza, when summer comes. Top 15 Covid-19 countries adalah negara 4 musim. Di equator, Indonesia paling banyak kasus tewas. Vietnam zero. Pemerintah harus memperbaiki protocol penyembuhan. Jika perlu import dokter dari Kuba.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya