Berita

Pasar Pramuka/Net

Nusantara

Jual Masker 500 Ribu Per Boks, Kios Pasar Pramuka Ditutup

JUMAT, 27 MARET 2020 | 17:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Satu buah kios yang berada di Pasar Pramuka, Jakarta Timur ditindak tegas oleh Perumda Pasar Jaya usai kedapatan menjual masker dengan harga tak wajar.

Penutupan dilakukan pada Kamis (26/3) usai adanya aduan masyarakat yang mendapati pedagang kios tersebut menjual masker dengan harga Rp 500 ribu per boks.

"Dari aduan masyarakat tersebut, kami langsung melakukan pengecekan dan ternyata benar. Kami dari manajemen kemudian memberi sanksi dengan langsung tutup kiosnya," kata Kepala Divisi Regional II Pasar Jaya, Nurman Adhi melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi, Jumat (27/3).


Manajemen Pasar Jaya juga langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian, karena penjualan masker dari spekulan dengan harga tinggi ini sangat merugikan masyarakat.

"Pasar Jaya akan terus tegas dan konsisten terhadap pedagang Pramuka yang masih menjual harga di atas kewajaran," ucap Nurman.

Dengan sanksi tegas tersebut, Perumda Pasar Jaya berharap ke depan tidak ada lagi pedagang yang menjual masker dengan harga tinggi dan tidak wajar. Manajemen juga memastikan akan menindak tegas siapa pun yang menjual masker dengan harga tinggi.

"Sanksi yang kami lakukan adalah penutupan sementara terhadap tempat usaha tersebut sampai dengan selesainya pemeriksaan Polsek Matraman, Jakarta Timur," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya